Advertisement
SUKOHARJO|MATALENSANEWS.COM – Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK), Sabtu (12/9/2026) dini hari.
Kebakaran tersebut menghanguskan bagian pojok depan warung yang digunakan sebagai gudang penyimpanan barang bekas sekaligus tempat tidur karyawan. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sukoharjo langsung dikerahkan setelah menerima laporan kejadian.
Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 04.35 WIB.
" Laporan masuk sekira jam 04.35 WIB, selesai pemadaman sekira 05.00-an. Dua unit pancar, enam personel (dikerahkan)," kata Margono, Sabtu (12/9/2026).
Sementara itu, pemilik Warung Mi dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, mengatakan bagian yang terbakar berada di pojok depan bangunan.
Menurut Jodi, ruangan tersebut digunakan sebagai gudang untuk menyimpan barang-barang bekas atau rongsok serta tempat tidur karyawan. Barang yang tersimpan di dalamnya bukan merupakan bahan atau produk makanan yang dijual di warung.
"Yang terbakar itu satu gudang, dan satu tempat tidur, dan atap. Gudang penyimpanan rongsok lah ya, barang-barang bekas, bukan barang penyimpanan produk," kata Jodi.
Dari pantauan di lokasi, polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Area warung juga telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Jodi mengatakan, berdasarkan informasi dari karyawannya, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 03.30 WIB. Namun, dirinya baru menerima atau mengangkat telepon dari karyawan sekitar pukul 05.00 WIB.
Menurut Jodi, warung tersebut setiap malam dijaga oleh dua orang karyawan. Satu orang berjaga di bagian depan, sementara seorang lainnya berada di bagian belakang.
Sebelum kebakaran terjadi, warung tersebut didatangi empat orang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
"Saya diinfo (karyawan saya) sekitar pukul setengah 4 ada yang mendatangi orang empat, dan mendobrak pintu tempat tidur orang saya," ujar Jodi.
Jodi kemudian menceritakan keterangan salah seorang karyawannya bernama Ali. Berdasarkan keterangan tersebut, keempat orang itu diduga memiliki peran berbeda saat berada di lokasi.
"Satu orang menodongkan senjata tajam dan menyuruh keluar (Ali), disuruh menjongkok di depan, dan mengatakan diam, lalu disuruh berhitung satu sampai seribu. Satu orang merusak barang, yang satu orang membakar gudang dan tempat tidur," terangnya.
Tidak ada informasi mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku, motif, serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan kebakaran warung tersebut.
Hingga berita ini ditulis, lokasi kejadian masih dalam penanganan dan penyelidikan aparat kepolisian.(Goent)

