Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Kamis, 15 Oktober 2026, 6:20:00 PM WIB
Last Updated 2026-10-15T11:20:52Z
BERITA PERISTIWANEWS

219 Orang Diduga Keracunan Es Buah di Magelang, Polisi Telusuri Asal Bahan Baku

Advertisement


MAGELANG|
MatalensaNews.com – Polresta Magelang masih mendalami kasus dugaan keracunan es buah di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang menyebabkan 219 orang diduga menjadi korban. Penyidik kini memfokuskan penyelidikan pada penelusuran asal bahan baku yang digunakan untuk membuat minuman tersebut.


Bahan baku yang ditelusuri meliputi buah-buahan, susu, serta bahan lain yang digunakan dalam pembuatan es buah yang dijual di Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran.


Kasat Reskrim Polresta Magelang, Kompol La Ode Arwansyah, mengatakan pihaknya telah memeriksa dua orang saksi untuk mendalami kasus tersebut.


“Kita sedang fokus dalami asal muasal bahan baku. Seperti buah dan susu maupun bahan lain. Kami sudah periksa dua orang saksi,” kata La Ode Arwansyah, Kamis (15/10/2026).


Sementara itu, pemeriksaan lanjutan terhadap penjual es buah berinisial S (42), warga Kecamatan Kajoran, belum dilakukan. Menurut La Ode, keterangan penjual tersebut sebelumnya telah dianggap cukup untuk sementara.


“Belum (diperiksa lagi). Kemarin sudah cukup keterangannya,” ujarnya.


Lokasi Berjualan Dipasangi Garis Polisi


Berdasarkan pantauan di lokasi, tempat berjualan es buah milik S di Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran, tampak tutup. Garis polisi terlihat terpasang di samping tempat usaha tersebut.


Lokasi berjualan itu berada tepat di pinggir Jalan Raya Krasak-Kajoran, yang merupakan salah satu kawasan ramai di Kecamatan Kajoran.


Di depan tempat berjualan juga terlihat mobil milik UPTD Laboratorium Kesehatan Kabupaten Magelang. Sejumlah petugas dari laboratorium kesehatan daerah tersebut tampak melakukan kegiatan pemeriksaan dan penyelidikan di lokasi.


Langkah tersebut dilakukan di tengah proses pendalaman kasus dugaan keracunan yang jumlah korbannya terus bertambah.


Sudah Berjualan Selama 22 Tahun


Kepala Dusun Ngabehan, Ahmad Imron, mengatakan S telah berjualan es buah selama kurang lebih 22 tahun. Menurutnya, selama menjalankan usaha tersebut, baru kali ini terjadi peristiwa dugaan keracunan yang melibatkan banyak orang.


Imron mengungkapkan bahwa S juga diduga mengalami keracunan karena mencicipi es buah sebelum minuman itu dijual kepada pembeli.


“Sudah 22 tahun (berjualan es buah). Baru kejadian (dugaan keracunan) satu kali ini. Es legend mungkin iya karena sudah 22 tahun. Yang punya itu teman saya, teman main. Dulu kerja di Jakarta,” kata Imron.


Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diketahuinya, S ikut mengalami gejala setelah mencicipi es buah yang akan dijual. Sementara itu, karyawan yang bekerja di tempat tersebut disebut tidak mengalami kejadian serupa.


“Kena (keracunan), masalahnya siap mau jualan kan dicicipi dulu. Yang kena dia tok, karyawan nggak kena. Malah bapaknya (orang tua S) kena, habis pergi lewat mampir (minum), sekarang opname di Merah Putih,” ungkapnya.


Imron juga menyebut usaha es buah milik S memiliki cabang di wilayah Kaliabu dan Salaman. Menurutnya, es buah tersebut cukup dikenal dan ramai pembeli.


“Ya terkenal, ramai esnya. Es buah saja,” tambahnya.


Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.


Korban Mencapai 219 Orang


Sebelumnya, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi es buah di wilayah Kajoran terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang hingga Kamis (15/10/2026) pukul 04.00 WIB, jumlah terduga korban mencapai 219 orang.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Lies Pramudiyanti, menyampaikan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 110 orang telah mendapatkan penanganan di rumah sakit.


“Per jam 04.00 WIB menjadi 219 (terduga korban keracunan),” kata Lies melalui pesan kepada detikJateng, Kamis (15/10/2026).


“Yang ke RS menjadi 110 pasien,” imbuhnya.


Para korban mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bukit Menoreh Salaman, RSUD Merah Putih, dan RSUD Muntilan. Sebagian pasien menjalani rawat jalan, sedangkan lainnya harus menjalani rawat inap.


Puluhan Pasien Dirawat di Rumah Sakit


Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih, drg. Rurit Obyantoro, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan data pada Kamis (15/10/2026) pukul 04.05 WIB, terdapat 61 pasien terduga keracunan yang masuk melalui instalasi gawat darurat (IGD).


Dari jumlah tersebut, pasien terdiri atas 19 anak-anak, empat ibu hamil, dan 38 orang dewasa.


Rurit menjelaskan, satu pasien masih menjalani observasi, 25 pasien menjalani rawat jalan atau diperbolehkan pulang, sedangkan 35 pasien lainnya menjalani rawat inap.


“Ranap 35 terdiri bumil 4 orang, anak 19 dan dewasa 12,” jelasnya.


Sementara itu, Direktur RSUD Muntilan, dr. Yuniar, mengatakan terdapat 45 pasien terduga keracunan yang mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut.


“Ada 45, yang rawat inap 25 orang, sisanya rawat jalan,” kata Yuniar melalui pesan singkat.


Hingga Kamis (15/10/2026), penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi terus menelusuri asal bahan baku es buah, sementara petugas kesehatan melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi minuman tersebut.


Hasil pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab kejadian serta memastikan faktor yang memicu dugaan keracunan tersebut.(Sofie Rahmawati)