Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Kamis, 15 Oktober 2026, 5:19:00 PM WIB
Last Updated 2026-10-15T10:19:08Z
NEWSRegional

Cak Imin: Penerima Bansos Bisa Berkurang jika Masyarakat Berdaya, Anggaran UMKM Jadi Sorotan

Advertisement


MATALENSANEWS.COM, SALATIGA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan, jumlah penerima bantuan sosial (bansos) bisa berkurang jika masyarakat berhasil mandiri secara ekonomi.


Hal itu disampaikan Cak Imin saat mengunjungi Kampung Singkong Argotelo di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026).


Pernyataan tersebut muncul ketika Cak Imin ditanya wartawan mengenai anggaran pemberdayaan masyarakat di tengah pengurangan bansos.


“Nanti kalau orang yang selama ini menerima bansos diberdayakan mandiri, otomatis penerima bansos akan berkurang. Karena apa? Karena sudah menjadi pelaku ekonomi,” kata Cak Imin.


Dalam sesi tanya jawab itu, wartawan juga mempertanyakan anggaran pemberdayaan UMKM dan masyarakat. Penguatan anggaran dinilai penting agar pelaku usaha memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya dan meningkatkan kemandirian ekonomi.


Selain itu, muncul pertanyaan mengenai pihak yang memiliki kewenangan untuk mendorong peningkatan anggaran pemberdayaan, apakah hanya Kementerian Keuangan atau juga pemerintah daerah.


Cak Imin menyinggung pentingnya pemberdayaan dalam meningkatkan kualitas, kapasitas, daya tahan, dan kemampuan ekonomi masyarakat.


Apresiasi usaha lokal


Kunjungan Cak Imin ke Kampung Singkong Argotelo juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan usaha berbasis potensi lokal.


Dalam kegiatan bertema Tata Kelola Ekonomi Kreatif untuk Produk Lokal Berdaya Saing, Cak Imin berdialog dengan pelaku usaha dan industri kreatif di Salatiga.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, CEO Educa Studio Andi Taru, serta sejumlah pelaku UMKM dan pengusaha lokal.


Cak Imin mengapresiasi perkembangan produk olahan singkong di Salatiga yang mampu meningkatkan nilai jual bahan pangan lokal.


“Saya bersyukur dan bangga dengan kemajuan produk olahan berbasis singkong ini. Semoga makin maju dan terus berkarya,” ujar Muhaimin.


Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin memberikan penghargaan kepada Tony Anindya, pengembang produk olahan singkong Argotelo, dan Hendardi, yang mempopulerkan produk singkong keju D-9.


Keduanya berkontribusi dalam mengembangkan olahan singkong yang kini menjadi salah satu daya tarik kuliner dan oleh-oleh khas Salatiga.


Ekonomi kreatif Salatiga


Selain sektor kuliner, Cak Imin juga melihat potensi industri kreatif berbasis teknologi informasi di Salatiga. Salah satunya dikembangkan Educa Studio melalui permainan edukasi, film animasi, dan berbagai produk teknologi.


CEO Educa Studio Andi Taru mengatakan, Salatiga memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif meskipun wilayahnya relatif kecil.


Ia berharap dukungan pemerintah dapat membantu pelaku usaha mengembangkan produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.


“Salatiga itu kotanya kecil, tapi daya saingnya besar. Nah, oleh karena itu mohon dukungannya, Bapak,” ungkap Andi Taru.


Menanggapi aspirasi tersebut, Cak Imin menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Salatiga dan para pelaku usaha.


Ia berharap kolaborasi itu dapat ditindaklanjuti sehingga potensi ekonomi kreatif daerah semakin berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain.


Kampung Singkong Salatiga terletak di Dukuh Ngaglik, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo. Kawasan ini menjadi pusat berbagai usaha yang mengolah singkong menjadi produk makanan bernilai jual.


Pengembangan usaha berbasis potensi lokal tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana bahan pangan daerah dapat diolah menjadi produk ekonomi yang mendukung kemandirian masyarakat.(Galang)