Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Selasa, 20 Oktober 2026, 4:56:00 PM WIB
Last Updated 2026-10-20T09:56:38Z
BERITA PERISTIWANEWS

Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Pembatas Jalan dan Pohon di Magelang, Sopir Terjepit Berhasil Dievakuasi

Advertisement


MAGELANG |
MatalensaNews.com — Sebuah truk mengalami kecelakaan di Jalan Magelang–Kopeng, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2026) pagi. Diduga mengalami rem blong, truk tersebut menabrak pembatas jalan dan pohon hingga menyebabkan pengemudi terjepit di dalam kabin.


Tim SAR gabungan segera melakukan operasi penyelamatan untuk mengevakuasi pengemudi yang diketahui bernama Walyatallatop (43), warga Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Setelah proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam, korban berhasil dikeluarkan dari kabin truk dalam kondisi selamat.


Kepala Kantor SAR Semarang, Kamal Riswandi, mengatakan pihaknya menerima informasi kecelakaan tersebut sekitar pukul 07.45 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Siaga SAR (USS) Borobudur langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan.


“Kami terima info pukul 07.45 WIB bahwa ada kecelakaan di ruas jalan Magelang–Kopeng dengan kondisi sopir terjepit sehingga kami segera mengirimkan tim dari Unit Siaga SAR Borobudur untuk melakukan evakuasi,” ujar Kamal.


Diduga Rem Blong, Truk Kehilangan Kendali


Berdasarkan informasi awal yang diterima tim SAR, kecelakaan bermula saat truk melaju dari arah Kopeng menuju Magelang. Ketika melintas di wilayah Kecamatan Pakis, kendaraan tersebut diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman atau rem blong.


Akibatnya, pengemudi kehilangan kendali hingga truk menabrak pembatas jalan dan pohon. Benturan tersebut menyebabkan pengemudi terjepit di dalam kabin sehingga membutuhkan penanganan khusus dari petugas penyelamat.


Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada Basarnas melalui Unit Siaga SAR Borobudur untuk meminta bantuan evakuasi.


Saat ditemukan, korban dilaporkan dalam kondisi lemas, tetapi masih mampu merespons. Kondisi tersebut membuat tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati agar proses pembebasan korban dari kabin kendaraan dapat berlangsung aman.


“Saat ditemukan, korban dalam kondisi lemas, tetapi masih dapat merespons, sehingga tim harus ekstra hati-hati dalam melakukan evakuasi,” imbuh Kamal.


Dievakuasi dalam Waktu Satu Jam


Tim SAR gabungan melakukan proses ekstrikasi atau pembebasan korban dari kabin truk menggunakan peralatan khusus. Petugas bekerja secara hati-hati untuk mengeluarkan korban yang terjepit akibat benturan keras.


Berkat upaya petugas di lapangan, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada pukul 08.45 WIB, atau sekitar satu jam setelah informasi kecelakaan diterima.


Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga mengalami patah tulang paha kiri, patah tulang pada bagian pinggang kanan, serta luka terbuka di lengan kanan.


Setelah berhasil dikeluarkan dari kabin, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) Magelang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Kamal Riswandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. Menurutnya, kerja sama dan kesigapan petugas menjadi bagian penting dalam upaya mengevakuasi korban.


“Terima kasih kami sampaikan kepada tim SAR gabungan yang telah melakukan evakuasi secara cepat dan korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” pungkasnya.


Pengemudi Diimbau Pastikan Kendaraan Laik Jalan


Peristiwa kecelakaan tersebut menjadi pengingat bagi para pengemudi agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum melakukan perjalanan, terutama sistem pengereman, ban, dan komponen penting lainnya.


Kewaspadaan juga diperlukan saat melintasi jalur dengan karakteristik medan menurun atau memiliki kondisi jalan yang menuntut pengemudi lebih berhati-hati.


Pemeriksaan kendaraan secara berkala, menjaga kecepatan sesuai kondisi jalan, serta memastikan sistem pengereman berfungsi dengan baik merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.


Hingga proses evakuasi selesai, korban telah dibawa ke RST Magelang untuk memperoleh perawatan medis. Sementara itu, dugaan rem blong sebagai penyebab kecelakaan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.(TRI)