Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Rabu, 21 Oktober 2026, 6:47:00 PM WIB
Last Updated 2026-10-21T11:47:29Z
BERITA POLISINEWS

Kapolda Jateng Tinjau Kebakaran Gunung Sumbing, 306 Hektare Terdampak dan Water Bombing Disiapkan

Advertisement


WONOSOBO |
MatalensaNews.com — Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Sumbing, Rabu (21/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, Kapolda memastikan upaya pelokalisiran titik api terus dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan pinus, lahan pertanian, hingga permukiman warga.


Selain mengintensifkan pemadaman melalui jalur darat, Polda Jateng juga mendorong penetapan status tanggap darurat serta menjajaki opsi pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing guna menjangkau wilayah yang sulit diakses petugas.


Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan, personel gabungan masih berjuang membatasi pergerakan api di medan yang terjal dan ekstrem. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman, sehingga diperlukan langkah penanganan yang terukur dan dukungan sarana tambahan.


“Personel di lapangan terus berjuang naik ke atas, membatasi dan melokalisir api agar tidak melebar. Saat ini kondisi masih menyala dan kita terus berupaya padamkan. Kami juga menjajaki pengerahan helikopter water bombing yang disiagakan dari Gunung Lawu jika kondisi medan memungkinkan,” ujar Kapolda.


Menurutnya, upaya pemadaman dilakukan dengan mengoptimalkan peralatan yang tersedia serta melibatkan masyarakat setempat. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko penjalaran api, terutama ke kawasan yang berpotensi membahayakan warga.


Sebagai langkah antisipasi, seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing maupun gunung-gunung lain di Jawa Tengah diberlakukan penutupan secara ketat demi menjaga keselamatan masyarakat.


Sebelumnya, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi seluruh pendaki yang berada di kawasan Gunung Sumbing. Sekitar 162 pendaki dilaporkan berhasil turun dalam kondisi selamat.


Sementara itu, Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja menjelaskan, penetapan status tanggap darurat dibahas bersama pemerintah daerah. Langkah tersebut diperlukan mengingat luas wilayah terdampak kebakaran telah melampaui 100 hektare dan membutuhkan percepatan dukungan penanganan.


Berdasarkan data Polres Wonosobo, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 306 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 140 hektare dilaporkan telah berhasil dipadamkan.


Saat ini, tim gabungan memusatkan penanganan pada dua hamparan titik api aktif yang masing-masing diperkirakan memiliki luas 90 hektare dan 70 hektare.


“Sebanyak 180 personel yang terbagi dalam enam peleton kami sebar ke titik-titik kritis, seperti kawasan Banyumudal. Selain membuat sekat bakar (firebreak), kami juga dibantu warga petani setempat yang mengerahkan mesin pompa steam air untuk membasahi area rawan,” jelas AKBP Ricky Pripurna Atmaja.


Pembuatan sekat bakar dilakukan untuk menghambat penjalaran api ke area lain. Sementara itu, dukungan warga melalui penggunaan mesin pompa air menjadi bagian dari upaya membasahi kawasan yang dinilai rawan terdampak kebakaran.


Kapolda Jateng juga mengingatkan masyarakat dan pengelola kawasan Perhutani agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan (land clearing) dengan cara membakar.


Masyarakat juga diminta mematuhi penutupan jalur pendakian dan tidak memaksakan diri memasuki kawasan terdampak hingga situasi dinyatakan benar-benar aman.


Penanganan karhutla di lereng Gunung Sumbing kini terus diintensifkan melalui koordinasi lintas instansi, pengerahan personel gabungan, keterlibatan masyarakat, serta penjajakan dukungan pemadaman udara. Langkah tersebut diharapkan dapat mengendalikan titik api dan mencegah dampak kebakaran semakin meluas.(Sofie Rahmawati)