Advertisement
GROBOGAN|MatalensaNews.com – Program pembinaan kemandirian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Kabupaten Grobogan, kembali menunjukkan hasil positif. Kali ini, Lapas Purwodadi berhasil memanen ikan lele mutiara sebanyak 130 kilogram dari kegiatan budidaya perikanan yang dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan keterampilan sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Panen yang dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembentukan kepribadian, tetapi juga peningkatan keterampilan kerja, produktivitas, dan kemandirian ekonomi warga binaan.
Melalui kegiatan budidaya lele mutiara, warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam proses pemeliharaan ikan, mulai dari pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan, perawatan kolam, hingga proses panen.
Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis sekaligus menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola usaha produktif yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Hasil panen sebanyak 130 kilogram lele mutiara tersebut selanjutnya dijual kepada pembeli. Penjualan ini menjadi bagian dari pemanfaatan hasil budidaya agar memiliki nilai ekonomi sekaligus membuktikan bahwa program pembinaan kemandirian mampu menghasilkan produk yang berpotensi dipasarkan kepada masyarakat.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Prayogo Utomo, mengatakan bahwa budidaya perikanan merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif dan bernilai ekonomi.
“Panen lele mutiara sebanyak 130 kilogram ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Hasil panen yang kemudian dijual kepada pembeli menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Prayogo Utomo, Jumat (16/10/2026).
Ia berharap keterampilan yang diperoleh melalui program tersebut dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, keberhasilan panen tersebut menjadi motivasi bagi Lapas Purwodadi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, khususnya di bidang perikanan, sehingga warga binaan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi diri.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, menegaskan bahwa jajaran Lapas berkomitmen untuk terus memberikan program pembinaan dan pelayanan terbaik kepada seluruh warga binaan tanpa terkecuali.
“Tentunya, selain melanjutkan program yang sudah ada, kami terus berkomitmen dalam memberikan pembinaan dan pelayanan terbaik kepada seluruh warga binaan tanpa kecuali, sehingga secara langsung nantinya dapat bermanfaat bagi warga binaan saat mereka menjalani masa pidana ataupun setelah mereka bebas,” tandas Erik.
Ia menegaskan, program pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.
Dengan keberhasilan panen dan penjualan 130 kilogram lele mutiara tersebut, Lapas Purwodadi terus mendorong pengembangan program pembinaan yang berorientasi pada keterampilan, produktivitas, dan kemandirian.
Program ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri, meningkatkan kemampuan kerja, serta membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah bebas.(Farid)

