Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Kamis, 08 Oktober 2026, 12:47:00 AM WIB
Last Updated 2026-10-07T17:47:36Z
BERITA UMUMNEWS

Mengenal Walang Kopo, Tupai Terbang yang Dipercaya Membawa Hoki dan Pertanda Perubahan Nasib

Advertisement


MATALENSANEWS.COM
– Di balik lebatnya hutan dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun, terdapat kisah tentang walang kopo, satwa yang keberadaannya dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan masyarakat. Hewan ini dipercaya membawa keberuntungan, menjadi pertanda perubahan besar dalam kehidupan, hingga dianggap memiliki kaitan dengan dunia gaib.


Meski demikian, kepercayaan tersebut merupakan bagian dari mitos dan tradisi masyarakat yang belum terbukti secara ilmiah.


Mengutip informasi dari berbagai sumber walang kopo disebut sebagai tupai terbang dari genus Petaurista. Hewan ini memiliki panjang tubuh sekitar 40 sentimeter, dengan selaput lentur di antara kaki yang membantunya meluncur dari satu pohon ke pohon lainnya.


Satwa tersebut aktif pada malam hari atau bersifat nokturnal serta cenderung menghabiskan waktunya di pepohonan. Kebiasaan hidupnya yang tersembunyi membuat keberadaannya tidak mudah diketahui manusia.


Keunikan bentuk tubuh dan perilakunya tersebut turut melahirkan beragam cerita di tengah masyarakat. Bagi sebagian orang, kemunculan walang kopo bukan sekadar peristiwa alam, melainkan juga dikaitkan dengan pesan atau pertanda tertentu.


Empat Mitos Walang Kopo yang Berkembang di Masyarakat


1. Dipercaya Membawa Hoki dan Keberuntungan


Salah satu mitos yang berkembang menyebutkan bahwa kemunculan walang kopo menjadi pertanda datangnya rezeki. Sebagian masyarakat di wilayah pedesaan Jawa Timur meyakini bahwa perjumpaan dengan satwa ini membawa keberuntungan karena keberadaannya jarang terlihat.


Bahkan, ada kepercayaan bahwa memelihara walang kopo yang ditemukan dapat mendatangkan hoki, memperlancar usaha, atau membuka jalan bagi datangnya rezeki.


Namun, anggapan tersebut merupakan kepercayaan turun-temurun dan tidak memiliki bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung antara kemunculan satwa ini dan keberuntungan seseorang.


2. Pertanda Perubahan Besar dalam Kehidupan


Mitos lainnya mengaitkan kemunculan walang kopo dengan perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Perubahan tersebut bisa berupa pergantian pekerjaan, perjalanan jauh, datangnya kesempatan baru, hingga perubahan kondisi ekonomi.


Karena aktif pada malam hari dan jarang terlihat, kemunculan satwa ini yang terkesan tiba-tiba sering dimaknai sebagai simbol datangnya sesuatu yang tidak terduga.


Dalam perspektif cerita rakyat, kehadirannya dianggap sebagai pengingat agar seseorang bersiap menghadapi perubahan. Meski begitu, tidak ada dasar ilmiah yang membuktikan bahwa kemunculan walang kopo dapat meramalkan masa depan manusia.


3. Dianggap sebagai Hewan Gaib yang Bisa Menghilang


Gerakannya yang senyap ketika meluncur di antara pepohonan pada malam hari juga memunculkan anggapan bahwa walang kopo memiliki unsur mistis.


Dalam sejumlah cerita rakyat, satwa ini digambarkan sebagai makhluk yang mampu menghilang secara tiba-tiba. Bahkan, ada kisah yang menghubungkannya dengan roh penjaga hutan atau penuntun arwah.


Cerita semacam itu memperlihatkan bagaimana masyarakat pada masa lalu berusaha memahami fenomena alam melalui simbol, legenda, dan kepercayaan lokal.


Secara ilmiah, kemampuan meluncur, kebiasaan aktif pada malam hari, serta perilakunya yang sulit diamati dapat menjelaskan mengapa hewan ini terlihat misterius. Tidak terdapat bukti ilmiah yang mendukung anggapan bahwa walang kopo merupakan makhluk gaib atau dapat berubah bentuk.


4. Simbol Kesetiaan dan Keharmonisan


Walang kopo juga dikaitkan dengan simbol kesetiaan dan keharmonisan dalam hubungan. Dalam mitos yang berkembang, melihat sepasang satwa tersebut secara bersamaan dipercaya menjadi pertanda baik bagi kehidupan rumah tangga maupun hubungan asmara.


Kepercayaan ini berkaitan dengan penggambaran hewan yang hidup berdampingan di alam. Kehadiran sepasang walang kopo kemudian dimaknai sebagai lambang kebersamaan, keseimbangan, dan hubungan yang harmonis.


Kendati demikian, perilaku berpasangan pada satwa liar berbeda-beda menurut jenis dan kondisi ekologisnya. Karena itu, anggapan bahwa walang kopo melambangkan kesetiaan dalam hubungan manusia lebih tepat dipahami sebagai simbol budaya daripada fakta biologis.


Antara Keunikan Satwa dan Warisan Kepercayaan


Beragam mitos mengenai walang kopo menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan alam tidak hanya terbentuk melalui pengamatan terhadap perilaku satwa, tetapi juga melalui cerita rakyat dan keyakinan yang berkembang dari generasi ke generasi.


Di satu sisi, kisah tentang pembawa hoki, pertanda perubahan nasib, hingga simbol keharmonisan menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat. Di sisi lain, keberadaan satwa liar perlu dipahami berdasarkan fakta ilmiah dan dijaga kelestariannya.


Masyarakat yang menjumpai satwa ini di alam sebaiknya tidak menangkap atau memeliharanya hanya karena alasan mitos. Membiarkannya tetap hidup di habitat alaminya merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kelestarian satwa dan keseimbangan ekosistem hutan.


Pada akhirnya, kisah walang kopo dapat menjadi pengingat bahwa alam menyimpan banyak keunikan yang menarik untuk dipelajari. Mitos boleh menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi pemahaman ilmiah dan upaya menjaga kelestarian alam tetap menjadi hal yang penting.(Goent)