Advertisement
DEMAK|MatalensaNews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak, Jawa Tengah, menyiapkan anggaran hibah sebesar Rp7 miliar pada tahun anggaran 2026 untuk mendukung kesejahteraan guru nonformal yang mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), dan pondok pesantren (ponpes).
Anggaran tersebut dialokasikan melalui APBD 2026 murni sebesar Rp4 miliar untuk 400 lembaga dan APBD Perubahan 2026 sebesar Rp3 miliar untuk 308 lembaga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Demak, Ungguh Prakoso, mengatakan bahwa total anggaran hibah tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para guru sekaligus mendukung kebutuhan operasional lembaga pendidikan keagamaan.
“Dari anggaran hibah sebesar Rp7 miliar, ada yang dianggarkan lewat APBD 2026 murni sebesar Rp4 miliar untuk 400 lembaga dan lewat APBD 2026 perubahan sebesar Rp3 miliar untuk 308 lembaga,” kata Ungguh di Demak, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, Pemkab Demak menargetkan seluruh lembaga TPQ, Madin, dan pondok pesantren di wilayahnya dapat memperoleh bantuan hibah. Saat ini, jumlah lembaga pendidikan keagamaan tersebut diperkirakan mencapai 1.400 lembaga, sedangkan bantuan tahun 2026 baru menyasar 708 lembaga.
Setiap lembaga penerima hibah memperoleh bantuan sebesar Rp10 juta. Dana tersebut diprioritaskan untuk membantu kesejahteraan guru dengan alokasi Rp1 juta per orang.
Apabila jumlah guru di suatu lembaga kurang dari 10 orang, sisa dana dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendukung kegiatan belajar mengajar, seperti alat tulis kantor (ATK) maupun sarana dan prasarana berupa meja dan kursi.
“Kalaupun jumlah gurunya kurang dari 10 orang, maka sisanya bisa digunakan untuk pembelian alat tulis sekolah (ATK) atau sarana dan prasarana lembaga, seperti meja dan kursi,” ujarnya.
Ungguh menjelaskan, penyaluran hibah tahap pertama yang bersumber dari APBD murni sebagian besar telah dilaksanakan. Sementara itu, penyaluran tahap kedua yang dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026 masih dalam proses.
Untuk mempermudah lembaga penerima dalam mengurus persyaratan, Bagian Kesra Setda Demak juga berupaya menyederhanakan mekanisme administrasi hibah.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan templat dokumen dalam bentuk soft copy agar pengisian berkas dan pemenuhan kelengkapan administrasi dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Ia menambahkan, mekanisme penyaluran hibah terus dievaluasi setiap tahun guna menemukan pola yang lebih tepat dan sesuai kebutuhan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perbedaan jumlah guru di setiap lembaga.
Selain persoalan kesejahteraan dan operasional, aspek administrasi serta perizinan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Setiap lembaga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan operasional sekaligus memastikan legalitas kelembagaannya.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti'anah menegaskan bahwa guru TPQ, Madin, dan pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta mendampingi generasi muda, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan era digital.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para guru dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan yang tetap konsisten mengajarkan Al-Qur’an serta membimbing anak-anak meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Menurut Eisti'anah, dukungan pemerintah daerah terhadap lembaga pendidikan keagamaan memang belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan. Namun, Pemkab Demak berkomitmen untuk terus memberikan perhatian di tengah keterbatasan anggaran.
“Kalau melihat jumlahnya memang masih sangat kurang. Tetapi kami tetap berkomitmen untuk terus memperhatikan bapak ibu semuanya di tengah keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, guru TPQ, Madin, dan pondok pesantren tetap menjadi bagian penting yang diperhatikan pemerintah meskipun saat ini kebijakan efisiensi anggaran sedang diterapkan.
Bupati berharap bantuan hibah tersebut dapat menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian para guru dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Eisti'anah juga berpesan agar para guru terus memberikan pendampingan kepada anak-anak dengan penuh kesabaran. Pasalnya, generasi muda saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan dunia digital yang semakin pesat.
“Semoga kita bisa mendampingi generasi-generasi sekarang dengan semakin baik lagi. Bimbing mereka dengan kesabaran yang luar biasa, karena mereka hidup di zaman yang berdampingan dengan era digital yang sangat marak,” pungkasnya.
Melalui program hibah tersebut, Pemkab Demak berharap dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan dapat terus ditingkatkan secara bertahap, sehingga para guru tetap termotivasi menjalankan perannya dalam membina akhlak dan membentuk karakter generasi muda.(Rendy)

