Advertisement
SALATIGA|MATALENSANEWS.COM – Tim Resmob Polres Salatiga mengamankan seorang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam kasus penipuan berkedok lowongan pekerjaan. Terduga pelaku disebut menawarkan pekerjaan di perusahaan PT SCI melalui grup Facebook Info Loker Salatiga, dengan menjanjikan korban dapat langsung bekerja hingga menduduki posisi Asisten Manajer, Selasa (27/10/26).
Kasus tersebut bermula ketika korban mencari informasi lowongan pekerjaan melalui grup Facebook Info Loker Salatiga pada Januari 2026. Pada akhir Januari, korban menemukan unggahan dari akun Facebook bernama “Rudiyanto Saputra” yang menawarkan sejumlah pekerjaan, di antaranya sebagai kernet bus, karyawan Vitalis, dan karyawan PT SCI.
Tertarik dengan tawaran bekerja di PT SCI, korban kemudian menghubungi pemilik akun melalui pesan pribadi atau inbox Facebook.
Setelah berkomunikasi, korban diajak bertemu untuk membahas lebih lanjut mengenai pekerjaan yang ditawarkan. Dalam pertemuan tersebut, korban mengaku diminta membayar uang muka atau down payment (DP) sebesar Rp500.000 yang diserahkan secara tunai.
Keduanya kemudian bertukar nomor WhatsApp untuk melanjutkan komunikasi terkait proses penerimaan kerja.
Dijanjikan Langsung Bekerja sebagai Asisten Manajer
Dalam pertemuan itu, korban mengaku dijanjikan dapat langsung diterima bekerja di PT SCI. Bahkan, terduga pelaku disebut menjanjikan posisi Asisten Manajer kepada korban.
Menurut keterangan korban, terduga pelaku berusaha meyakinkannya agar percaya dan memenuhi biaya administrasi yang diminta.
“Wes pokok e koe percoyo wae karo aku, bayaren administrasi ne, ngko mesti iso langsung kerjo,” demikian perkataan yang diingat korban, yang berarti, “Pokoknya kamu percaya saja sama saya, bayar biaya administrasinya, nanti pasti bisa langsung bekerja.”
Korban juga mengaku sempat diberi penjelasan bahwa dirinya semula dipertimbangkan untuk menempati posisi quality control (QC), tetapi kemudian dijanjikan posisi Asisten Manajer.
Janji tersebut membuat korban semakin yakin terhadap tawaran pekerjaan yang disampaikan.
Diminta Membayar Sejumlah Biaya
Setelah komunikasi berlanjut melalui WhatsApp, korban mengaku diminta memenuhi sejumlah persyaratan agar bisa segera bekerja di perusahaan tersebut.
Pembayaran yang diminta disebut meliputi biaya administrasi dengan alasan untuk diberikan kepada pihak HRD atau sebagai “uang pelicin”, pembuatan kartu identitas karyawan atau ID Card, pembelian seragam, sepatu, serta laptop.
Korban menyatakan telah memenuhi permintaan pembayaran tersebut. Namun, setelah seluruh persyaratan dipenuhi, dirinya justru diminta menunggu informasi lebih lanjut mengenai jadwal mulai bekerja.
Sekitar satu bulan berlalu tanpa kepastian. Korban kemudian berinisiatif menghubungi kembali orang yang menawarkan pekerjaan tersebut. Namun, menurut pengakuan korban, jawaban yang diterima hanya berupa janji tanpa kepastian waktu mulai bekerja.
Uang Dijanjikan Kembali, tetapi Belum Diterima
Karena tidak kunjung mendapatkan kepastian pekerjaan, korban akhirnya memutuskan membatalkan kesepakatan dan meminta agar seluruh uang yang telah diserahkan dikembalikan.
Menurut keterangan korban, pihak yang menawarkan pekerjaan menyetujui pembatalan tersebut dan berjanji mengembalikan seluruh uang dalam waktu satu minggu.
Namun, setelah tenggat waktu tersebut berlalu, uang korban disebut belum juga dikembalikan. Hingga kini, korban mengaku belum menerima pengembalian uang maupun mendapatkan kepastian mengenai pekerjaan yang sebelumnya dijanjikan.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi dasar dugaan penipuan berkedok lowongan pekerjaan yang kini dikaitkan dengan pengamanan seorang terduga pelaku oleh Tim Resmob Polres Salatiga.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat mencari pekerjaan melalui media sosial. Calon pekerja sebaiknya memeriksa keaslian informasi lowongan melalui saluran resmi perusahaan dan tidak mudah percaya terhadap janji penerimaan kerja yang disertai permintaan pembayaran tidak jelas.(Goent)

