Mangkraknya! Proyek Green Haus/BBU 2015 Pada Dinas Pertaniaan Pulau Taliabu Merugikan Uang Negara -->

Mangkraknya! Proyek Green Haus/BBU 2015 Pada Dinas Pertaniaan Pulau Taliabu Merugikan Uang Negara

Tuesday, June 1, 2021, 7:52:00 PM


BOBONG,MATALENSANEWS.com - Lagi lagi Mangkraknya! Proyek Pembangunan Green Hause atau BBU pada 2015 Hingga 2021. Telah Merugikan Uang Negara Pada Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara ini. 


Dinas Pertanian Pulau Taliabu menganggarkan Proyek Pembangunan Green Hause BBU ini, terdapat pada lokasi Dusun Air Minggu, Desa Kilong

Kecamatan Taliabu barat dan  Jarak  antara pemukiman warga dengan bangunan mangkrak tersebut sekitar 1 kilo meter.


Proyek itu Bersumber dari Anggaran Dana Alokasi Khusus disingkat (DAK) pada tahun 2015 lalu. 


"Dengan total nilai kontrak senilai Rp494.417.000,00, - ( Empat ratus sembilan

puluh empat juta, empat ratus tuju belas ribu rupiah). Ungkap" GPM Pulau Taliabu. Lanjutnya,


Proyek Tersebut di laksanakan pekerjaan Oleh Perusahaan CV. BUMI SEJATRA INDONESIA, sesuai alamat perusahaan Jln, Bau

Masepe No 75 -pare pare kota Makasar Sulawesi Selatan.


"Parahnya, Proyek Mangkrak dari tahun 2015 hingga 2021 ini telah diduga kuat telah merugikan uang negara pada

Proyek Pembangunan Green Hause BBU Tahun 2015 lalu itu hingga dibiarkan begitu saja. Ujar" Asrarudin La Ane Selaku Ketua Dewan Pembina GPM pada hari Rabu 1 Juni 2021, sore tadi


Dewan Pimpinan Cabang, Gerakkan Pemuda Marhenisme Pulau Taliabu melalui Ketua Dewan Pembina DPC, GPM Yakni Asrarudin La Ane, Mendesak Penegak hukum yakni Kejaksaan Negri Taliabu dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara Agar Secepatnya periksa Mantan Kapala dinas Pertaniaan, ULP, PPK dan PPHP yakni Pejabat penerima hasil pekerjaan adalah panitia atau pejabat yang ditetapkan oleh Pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna Anggaran yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan dalam bidang pengadaan konstruksi itu." tegasnya.


Terpisah, Ketua Gabungan kelompok tani desa Kilong Agus Suryadi, saya berharap agar pembangunan tersebut perlu diselesaikan karena untuk kepentingan kita bersama." singkatnya.


(Tiem/Redaksi)

TerPopuler