Wakil Ketua Komisi III DPRD, Minta Kejari Taliabu Periksa Kontraktor, Cair 30 Persen Pekerjaan Tak Ada -->

Header Menu

Wakil Ketua Komisi III DPRD, Minta Kejari Taliabu Periksa Kontraktor, Cair 30 Persen Pekerjaan Tak Ada

Sunday, August 7, 2022


BOBONG,MATALENSANEWS.com- Pekerjaan Rehabilitasi Dermaga Desa Parigi beserta Fasilitas pendukung hingga saat ini belum juga dilaksanakan. Padahal, ketiga paket tersebut semua Anggaranya sudah dicairkan 30 ( tiga puluh) persen oleh kontraktor 


Ketiga perusahan sebagai pemenang dalam paket tersebut adalah milik salah satu kontraktor Asal Manado berinisial YP. Peket pertama, Rehabilitasi Perlengkapan Dermaga yang dimenangkan, Cv berkat Josua dengan pagu anggaran sebesar Rp.263 juta, kemudian Rehabilitasi Dermaga (Fasilitas Perairan) Desa Parigi Anggaran dengan anggaran sebesar Rp.1,9 Miliar. proyek itu dilaksanakan oleh CV Sumber Berkat Utama.


Selanjutnya, Rehabitasi Trestle (Fasilitas Perairan) desa Parigi pagu anggaran sebesar Rp.950 juta yang dilaksanakan pekerjaan oleh perusahaan CV Altraco. Anggaran ketiga paket ini semuanya sudah dicairkan 30 persen oleh kontraktor. Proyek tersebut bersumber dari mata anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK).


Hal ini mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPRD, Marleni Haji Asidu, menurut dia, rekanan tersebut telah  banyak memenangkan proyek di Sejumlah SKPD Kabupaten Pulau Taliabu. 


Namun, banyak juga pekerjaan yang bermasalah. Kata dia, di tahun 2021 lalu kontraktor yang bernama Yopi itu banyak mendapatkan sejumlah proyek pembangunan Sekolah, dan hampir rata-rata pekerjaannya tidak selesai hingga saat ini. 


Saat ini, nama rekanan itu kembali memenangkan proyek Rehabilitasi Dermaga Desa Parigi Kecamatan Taliabu Timur juga hampir mengalami hal yang sama karena anggarannya sudah dicairkan 30 persen.


"Namun pekerjaannya belum pernah dilaksanakan. Padahal, anggaran 30 persen sudah dicairkan pada bulan Juli 2022 lalu. "Kalau pekerjaan ini tidak diawasi ketat maka akan bernasib sama seperti pekerjaan sekolah yang tidak selesai sejak 2021 lalu," kata Marleni


Politisi Gerindra ini mendesak lembaga penegak hukum baik itu Kejari, maupun kepolisian agar mengusut tuntas beberapa proyek yang tidak dikerjakan oleh kontraktor bersangkutan. 


Sebab, kalau dibiarkan maka ini berdampak terdahap keterlambatan pembangunan di negeri ini. 


Selain itu, dia minta Bupati, agar tidak lagi berikan proyek lagi ke Rekanan yang bersangkutan. 


"Kami minta rekanan untuk segera mengerjakan pelabuhan Desa Parigi tersebut, kalau tidak mampu segera kembalikan uang muka 30 persen dan segera mundur," desaknya. 


Sementara itu, Kadis Perhubungan, Irwan Mansur dikonfirmasi, mengaku paket pekerjaan Pelabuhan Parigi anggaran 30 persen sudah cair di awal Juli 2022 lalu."Kata dia, 


Pihaknya sudah mengundang pihak rekanan, namun mereka beralasan masih menunggu kedatangan tiang pancang dari Surabaya. 


Pihak rekanan berjanji dalam bulan Agustus ini sudah mulai Action. "Saya sudah panggil Pihak ketiga, tapi mereka masih menunggu pengiriman tiang pancang dari pabrik di Surabaya," akunya.  


Terpisah, Mantan Kadis Perhubungan, Abdul Kadir Nurali dikonfirmasi, Minggu (7/8) mengatakan, dirinya juga sudah bertemu pihak rekanan untuk menanyakan alasan Keterlambatan pekerjaan." Kata dia, 


Alasan rekanan, karena faktor Cuaca Ekstrem sehingga pengiriman Bahan dan tenaga kerja jadi terlambat. Dia mengaku, sudah beri tekanan ke pihak rekanan jika dalam bulan Agustus belum juga dikerjakan maka, dirinya akan minta kadis Perhubungan untuk pemutusan kontrak, dan anggaran 30 persen yang sudah dicairkan segera akan dikembalikan ke kas Daerah.


Lanjut dia, kontrak pekerjaan tersebut berakhir pada bulan Desember 2022 ini, jika diakhir masa kontrak dan pekerjaan tidak selesai maka dishub akan mendapat Dis dari Dirjen perhubungan Kemenhub. 


"Saya sudah beri warning ke Rekanan, jika dalam bulan Agustus ini belum juga dikerjakan maka saya minta kadishub baru untuk buat pemutusan kontrak," tegasnya. (Tim/Jek/Redaksi)