Kembali Gelar Unjuk Rasa, Kepala Kantor Bank BPD Maluku KCP Bobong Diduga Ada Konspirasi Jahat -->

Header Menu

Kembali Gelar Unjuk Rasa, Kepala Kantor Bank BPD Maluku KCP Bobong Diduga Ada Konspirasi Jahat

Guntur Matalensa
Tuesday, October 18, 2022


BOBONG,MATALENSANEWS.com - PDI (Pemuda Demokrasi Indonesia) kembali Serunduk didepan kantor Bank BPD Maluku, Maluku Utara KCP Bobong Pulau Taliabu, terkait dengan usulan pinjaman Sebesar Rp.115 Miliar yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Pulau Taliabu sesuai kesepakatan yang sudah disetujui oleh DPRD Pulau Taliabu itu.


Gelar unjuk rasa tersebut dikawal ketat oleh Kepolisian Taliabu barat bersama dengan Satuan Pamong Praja ( Satpol-PP) Pulau Taliabu.


Olehnya itu, Pemuda Demokrasi Indonesian gelar unjuk rasa didepan kantor Bank BPD Maluku KCP Bobong, untuk memintah Kepala Bank BPD agar keluar, keluar menemui masa aksi tersebut, untuk menyampaikan terkait dengan bunga 10% dari total pinjaman 115 miliar yang diusulkan oleh Pemda Pulau Taliabu itu.


Agar tetapi Kepala Bank bersangkutan tidak merespon dalam massa aksi, malah memili meninggalkan masa aksi yang sementara teriak didepan kantor Bank itu.


Seharusnya pihak kepala Bank tersebut membuka ruang ke public untuk menjawab aspirasi yang disampaikan oleh Pemuda Pemerhati Pembangunan yang tergabung dalam Pemuda Demokrasi Indonesia itu.


Akhirnya massa aksi tersebut menduga ada konspirasi jahat yang dilakukan oleh kepala Bank BPD Maluku KCP Bobong bersama sama dengan pemda Taliabu dan DPRD tersebut.  


"Padahal kami ketahui bahwa pemda Pulau Taliabu telah mendapat Discklaimer oleh BPK RI selama Tiga tahun berturut-turut atau BPK telah menemukan temuan sebesar puluhan miliar di pemda Taliabu disetiap tahun." teriak korlap Yusril alias Oskar, didepan kantor Bank. Selasa, 18/10/2022, siang hingga sore tadi.


Lanjut massa aksi, kami akan berupaya untuk menggandeng OJK untuk melakukan pemeriksaan di Bank BPD maluku KCP Bobong. Karena kami menilai bahwa ada dugaan konspirasi jahat yang dilakukan oleh Kepala BPD Maluku tersebut.


"Sebab kami juga menduga kepala Bank tersebut telah melakukan kegiatan gelap dengan Pemda bersama DPRD Pulau Taliabu." Ujar Oskar dalam orasinya.


Setelah itu, salah satu media berupaya masuk ke dalam ruangan Bank untuk mengkonfirmasi kepada kepala Bank BPD Maluku, KCP Bobong  tetapi salah satu staf dari Bank tersebut menyampaikan beliau sementara lagi vikon dengan pusat. katanya.


Selang berapa menit kemudian staf dari bank tersebut keluar untuk menyampaikan ke massa aksi, bahwa kepala sementara tidak ada ditempat atau beliau lagi keluar.


Jadi kami menilai bahwa staf dari bank tersebut melakukan kebohongan kepada public. karena dia meyampaikan terhadap media dan massa aksi itu berbeda. (Jek/Redaksi)