Maling Bobol Dua Sekolah Negeri di Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat -->

Header Menu

Maling Bobol Dua Sekolah Negeri di Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat

Guntur Matalensa
Wednesday, November 9, 2022


UNGARAN,MATALENSANEWS.com–Dua Sekolah di Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat kebobolan oleh maling. Beberapa barang dan uang tunai milik sekolahan hilang dan raib. 


Dua sekolah tersebut yakni SD Negeri Lerep 01 dan SMP Negeri 6 Ungaran satu atap. Kejadian tersebut terjadi Selasa (8/11/2022) pagi. 


Penjaga SD Negeri Lerep 01, Agung Prayoga, mengatakan saat dirinya datang ke sekolah pada pukul satu pagi kondisi pintu teralis ruang ANBK (Assasment Nasional Berbasis Komputer) dan ruang guru dalam kondisi terbuka. Kemudian ia mengecek ruangan tersebut dan lemari sudah terbuka serta kondisi meja guru serta laci sudah berantakan. 


“Saya sudah menghubungi kepala sekolah tidak bisa dan telfon pak Bhabin juga tidak aktif. Kemudian saya foto-foto ruang tersebut dan saya masukkan ke grup sekolah,” katanya. 


SD Negeri Lerep 01 kehilangan satu Proyektor dan 15 Chromebook dalam kejadian tersebut. 


Selain itu sekolah tersebut belum memiliki CCTV untuk aspek keamanan serta pagar sekolah yang mudah untuk dipanjat. 


“ Pelaku sempat meninggalkan satu tali rafia dan gunting. Kemudian jam enam pagi dari pihak polres datang untuk melakukan pengecekkan,” jelasnya. 


Pelaku pembobolan juga berusaha untuk membobol jendela belakang ruang Kepala Sekolah namun tidak bisa, dikarenakan jendela tersebut berlapis teralis serta terdapat lemari kayu yang mengahalangi jendela tersebut. 


Selain SD Negeri Lerep 01, SMP Negeri 6 Ungaran Satu Atap juga mengalami hal yang sama. Satu laptop, satu komputer, dan uang tunai sebesar Rp 1.220.000 raib. 


Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Ungaran, Miftakhul Jannah, mengatakan kejadian tersebut pukul sepuluh malam. 


“ Saat itu pak penjaga jam sepuluh malam mau sholat Isya’, namun ketiduran dimushola belakang. Pukul sebelas malam terbangun dan mau patroli, ternyata pintu menuju ruang kantor terbuka dan gemboknya pun hilang,” katanya. 


Melihat kondisi yang sudah terbuka dan gembok hilang, penjaga sekolah kemudian kembali untuk mengambil senjata untuk mempertahankan diri. Setelah itu, penjaga sekolah masuk untuk mengecek di Ruang Kantor dan Ruang TIK. 


“ Ternyata di Ruang TIK barang-barang sudah ditumpuk di tandu untuk siap dibawa. Kemudian penjaga sekolah berusaha menghubungi saya tidak bisa karena kondisi tengah malam,” pungkasnya.


Kejadian pembobolan Sekolah Negeri di Desa Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan Polres Semarang. (Wahyu Nugroho)