Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



Jumat, 01 Desember 2023, 2:47:00 PM WIB
Last Updated 2023-12-01T07:47:29Z
INVESTIGASINEWS

Kades Indong di Halmahera Selatan, Malas Berkantor

Advertisement


LABUHA | MatalensaNews.com– Ketidak transparansinya soal pengelolaan Alokasi Dana Desa Indong Kecamatan Madioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Tidak terpanpan baliho (APBdes)  tahun angaran 2023.


Dari pantauan salah satu awak media pada kamis tanggal 30/12/2023, sekira pukul 14.00 WIT aktifitas kantor desa terlihat sepi dan tidak memiliki baliho angaran pendapatan belanja Desa (APBdes).


Kepala Desa Indong, Juma tuahuns, dinilai sebagai preman di ibu/kota Labuha karena jarang beraktifitas di kantor desa.


Terlepas dari itu, pada pukul 21.41 WIT malam terlihat bendera merah putih masi berkibar dan tidak ada satu pun yang mencoba menurunkan bendera tersebut.


Salah satu angota (BPD) Badan Permusyawaratan Desa, Bigbel Amir mengatakan bahwa Kades indong dalam satu bulan hanya 2 kali berkantor.


Kades itu, lebih banyak menghabiskan waktu di Labuha, seharusnya Kepala Desa itu wajib berkantor setiap hari sesuai dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku di Desa.


Menurutnya soal baliho ( APBdes)  pada bulan Januari sempat di pasang dan masuk pada bulan Juni 2013 lalu baliho (APBdes) tidak terlihat lagi sampai sekarang.


Saya pun tidak tahu alasan nya apa sehingga tidak terpasang baliho tersebut. 


"Ini sudah ada penyimpangan dan tidak transparansi soal angaran dana Desa." Ungkapnya. Kamis (30/11/2023).


Kata dia, Kalau alasan baliho itu sobek karna angin kencang, tinggal diganti saja.


"Pemerintah Desa harus memberikan informasi kepada masyarakat tentang alokasi dana desa, kalau tidak ada APBdes bagaimana masyarakat tahu berapa banyak angaran yang di cantumkan di dalam ABPdes." ujarnya.


Selain itu, awak media mencoba untuk melakukan konfirmasi ke salah satu bendahara Pemerintah Desa Indong, Afani ramli mengatakan bahwa soal baliho (APBdes) tahun angaran 2023 sudah terpasang. 


"Tapi karena angin kencang sehingga baliho APBdes itu sobek dan tidak akan dipasang lagi. Sebab baliho tersebut dianggarkan hanya satu kali bukan dua kali." ucapnya. (Red)