Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

 



 


 


src="https://jsc.mgid.com/m/a/matalensanews.com.1538513.js" async>
Selasa, 04 Juni 2024, 12:06:00 PM WIB
Last Updated 2024-06-04T05:06:16Z
BERITA PERISTIWANEWS

Kericuhan Pertandingan Sepak Bola di Semarang: Polres Semarang Berikan Keterangan

Advertisement


Semarang,MATALENSANEWS.com- Kericuhan terjadi pada pertandingan sepak bola tarkam di Lapangan Bola Pule, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu 2 Juni 2024. Polres Semarang memberikan penjelasan terkait insiden yang melibatkan tim Ar Raffi Kecamatan Ampel Boyolali dan Putra Bakti FC Patemon Kecamatan Tengaran.


Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra SIK. MM., melalui Kasi Humas Polres Semarang AKP Pri Handayani SH., mengungkapkan bahwa kericuhan terjadi saat final Bener Bersatu Cup 3 yang memperebutkan Piala Bupati Semarang. "Beberapa media yang sudah menghubungi kami sudah kami jelaskan bahwa kejadian benar terjadi," ujar AKP Pri Handayani, Selasa (4/6/24) 


Menurut keterangan Polres Semarang, kericuhan dipicu oleh ketidakpuasan pemain Putra Bakti FC terhadap keputusan wasit Hadi Suroso. Saat pertandingan berlangsung, pemain Putra Bakti FC mengejar dan mencoba menyerang wasit. Aparat Polres Semarang yang berjaga langsung mengamankan wasit keluar lapangan. Pertandingan sempat dihentikan dan dilanjutkan dengan wasit pengganti, Ridwan Prayitno.


Namun, kericuhan kembali terjadi di menit terakhir pertandingan ketika wasit Ridwan memberikan hadiah penalti kepada tim Ar Raffi, sementara Putra Bakti FC sudah unggul 1-0. Situasi semakin memanas, menyebabkan aparat Polres Semarang bersama TNI dari Koramil Tengaran harus turun tangan untuk mengamankan wasit yang kembali menjadi sasaran amukan pemain Putra Bakti FC.


Kapolsek Tengaran AKP Supeno SH. MH., memimpin personel Polres Semarang untuk membawa kedua wasit yang terluka ke RST dr. Asmir Salatiga guna mendapatkan perawatan medis. Hingga Senin sore 3 Juni 2024, belum ada laporan resmi dari para korban, namun pada sore hari yang sama, kedua wasit melalui kuasa hukum mereka telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tengaran. 


Kasi Humas Polres Semarang menambahkan, "Saat ini pengaduan sudah diterima pihak Polsek Tengaran, dan atas petunjuk bapak Kapolres Semarang, aduan tersebut telah diambil alih oleh Sat Reskrim Polres Semarang."


Pertandingan yang disaksikan langsung oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha SH. MH., dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan.


Dengan adanya kejadian ini, pihak berwenang mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.(TRI)