Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Minggu, 01 Maret 2026, 9:15:00 PM WIB
Last Updated 2026-03-01T14:15:26Z
BERITA PERISTIWANEWS

Tawuran Remaja Genuk-Demak Viral di Medsos, 11 Anak Diamankan Polisi

Advertisement

Gambar ilustrasi 

Laporan : Aris Yanto 


DEMAK|MATALENSANEWS.COM – Aksi perkelahian antar-remaja yang terjadi di wilayah Kwaron, Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Insiden tersebut dipicu tawuran antara kelompok remaja asal Genuk dan Mranggen, Kabupaten Demak.


Video perkelahian itu diunggah akun Instagram @infokejadian_genuk pada Minggu (1/3/2026). Dalam rekaman terlihat dua sepeda motor saling kejar sebelum salah satu motor yang berada di depan menabrak pengendara lain di pertigaan jalan. Peristiwa itu kemudian memicu aksi pengeroyokan di lokasi.


Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan, “-indkasi kreak- 2 motor terlihat kejar2an dan apes saat motor yg di depan menabrak pengendaran lain di pertigaan, terjadilah pengeroyokan. Keributan Antara Wong Njobo / Kreak TKP di Kwaron - Bangetayu Kulon.”


Disebutkan pula bahwa pengendara yang tertabrak merasa terprovokasi setelah pengejar sempat menuduh remaja yang dikejar dalam kondisi mabuk. Situasi semakin memanas hingga terjadi pengeroyokan.


Akun tersebut juga mengungkapkan bahwa salah satu pengejar dengan pelat nomor H 3615 CIE mengenakan switer abu-abu sempat mengeluarkan senjata tajam jenis celurit panjang. Keributan akhirnya berhasil dilerai warga sekitar yang dikenal dengan panggilan Mas Bagus bersama pengendara lain yang melintas.


Dari tiga remaja yang dikejar, satu orang berhasil melarikan diri, sementara satu lainnya dibawa oleh kelompok pengejar dan korban tabrakan. Hingga kini, kondisi remaja yang diduga menjadi korban pengeroyokan belum diketahui secara pasti.


Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, insiden terjadi pada Sabtu (28/2/2026) dan merupakan tawuran antara remaja Bangetayu Wetan, Genuk, dengan remaja asal Mranggen, Demak.


“Itu tawuran antara anak-anak Bangetayu Wetan dengan anak-anak Mranggen, Demak,” ujar Rismanto.


Menurutnya, tawuran bermula dari aksi saling tantang melalui media sosial. Kelompok remaja asal Bangetayu Wetan sempat dikejar oleh kelompok dari Demak.


“Itu yang dikeroyok dari Genuk, dipukuli karena dia kan tantang-tantangan lewat medsos. Terus yang dari Genuk itu kalah jumlah, akhirnya dia lari, dikejar sama orang Demak itu,” jelasnya.


Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kelompok remaja asal Demak yang terlibat, mengingat akun media sosial yang digunakan untuk saling tantang telah dihapus.


Sementara itu, sebanyak 11 remaja asal Bangetayu Wetan yang terlibat dalam tawuran telah diamankan. Setelah dilakukan pembinaan, mereka dipanggilkan orang tuanya dan diminta membuat surat pernyataan.


“Semalam kita amankan 11 anak dari Bangetayu Wetan yang terlibat tawuran, sudah kita bina, panggil ortunya dan buat surat pernyataan, rata-rata masih sekolah,” ungkap Rismanto.


Ia memastikan tidak ada senjata tajam yang diamankan dari pihak Genuk. Senjata tajam yang sempat terlihat dalam video diduga dibawa oleh kelompok dari Demak.


“Nggak ada sajam yang diamankan dari Genuk. Yang punya senjata tajam itu orang Demak, terus diminta sama kelompok Demak, karena dia lebih banyak jumlahnya,” tambahnya.


Rismanto mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada malam hari dan saat libur, guna mencegah keterlibatan dalam tawuran, balap liar, maupun kenakalan remaja lainnya seperti penyalahgunaan narkoba dan minuman keras.


Ia juga menyebutkan bahwa patroli malam selama Ramadan telah ditingkatkan. Namun, para remaja kerap berpindah lokasi untuk menghindari petugas.


“Kemarin difokuskan di Bangetayu Kulon yang di Jembatan Sukarela, ternyata mereka tawurannya pindah-pindah. Biasanya menjelang subuh jam 02.00-03.00 WIB. Rata-rata perang sarung, tapi nggak tahu kok bawa sajam juga. Kalau yang di video itu pagi,” pungkasnya.(*)