Advertisement
JAKARTA|MATALENSANEWS.COM – Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi pada Senin (4/5/2026). Massa yang terdiri dari Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Universitas Pancasila, aliansi Cipayung Plus, serta sejumlah kampus lainnya menyuarakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam orasinya, para mahasiswa menilai program MBG berpotensi menggeser prioritas anggaran pendidikan. Mereka menyoroti alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai dialihkan untuk mendukung program tersebut.
“Anggaran 20 persen yang sudah ditetapkan untuk keperluan pendidikan dipakai untuk MBG yang belum ada kejelasan arahnya. Program ini seharusnya tidak mengambil bagian dari dana pendidikan, karena tujuan utama pendidikan adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan kemampuan generasi muda,” ujar Bili Kurnia saat berorasi.
Selain itu, peserta aksi juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari program tersebut terhadap arah pembangunan pendidikan nasional. Mereka menilai fokus pendidikan berpotensi bergeser dan bahkan dikhawatirkan dimanfaatkan sebagai alat pengaruh sosial.
Berbagai spanduk turut dibawa massa aksi sebagai bentuk ekspresi tuntutan, di antaranya bertuliskan “Bayar dapur mampu, bayar guru tidak mampu” dan “Pendidikan dirampas, MBG oke gas!”, yang mencerminkan kritik terhadap kebijakan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, massa aksi masih bertahan di lokasi dengan harapan dapat bertemu langsung dengan pimpinan kementerian untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Aksi berlangsung tertib meski sempat diguyur hujan, dan terus bertambah dengan kehadiran mahasiswa dari kampus lain, termasuk Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.
Aksi ini menjadi bagian dari dinamika penyampaian aspirasi publik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan sektor pendidikan.(Jak)

