Advertisement
DEMAK |MATALENSANEWS.COM– Momen yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan bagi seorang pengantin pria di Kabupaten Demak justru berubah menjadi pengalaman pahit. Saat berusaha melerai keributan yang pecah di tengah hiburan dangdut resepsi pernikahannya, ia malah menjadi korban pengeroyokan.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kuncir, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026) malam. Kericuhan yang sempat mengganggu jalannya pesta pernikahan itu kemudian viral di media sosial setelah rekaman video kejadian beredar luas di berbagai platform.
Dalam video yang beredar, suasana hiburan dangdut yang awalnya berlangsung meriah mendadak berubah ricuh. Sejumlah penonton terlihat terlibat aksi saling dorong dan adu pukul di tengah kerumunan penonton yang memadati lokasi hajatan.
Saat kejadian berlangsung, seorang biduan pria dan wanita tengah membawakan lagu My Heart versi dangdut. Namun, musik tiba-tiba dihentikan ketika keributan pecah dan semakin meluas di area depan panggung.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden tersebut bermula dari aksi saling senggol antara warga setempat dengan tamu undangan yang berasal dari Kecamatan Gajah, yang merupakan daerah asal mempelai pria. Kepadatan penonton diduga memicu kesalahpahaman hingga berujung pada perkelahian.
Melihat situasi yang semakin memanas, sejumlah warga berupaya melerai dan memisahkan kelompok yang terlibat keributan. Mempelai pria yang sedang menggelar resepsi juga ikut turun tangan dengan harapan suasana kembali kondusif dan acara dapat dilanjutkan.
Namun nahas, di tengah kondisi yang kacau, sebagian orang yang berada di lokasi tidak mengetahui bahwa pria yang berusaha melerai tersebut adalah pengantin pria. Akibat salah paham, ia justru menjadi sasaran pukulan dari beberapa orang yang terlibat dalam keributan.
Dalam rekaman video, terdengar seseorang melalui pengeras suara berusaha menghentikan aksi kekerasan dengan memberitahukan bahwa pria yang dipukul merupakan mempelai pria dalam hajatan tersebut.
“Pengantine... pengantine, ojo digebugi,” terdengar suara seseorang dalam video yang beredar di media sosial.
Meski upaya tersebut dilakukan, korban diketahui sudah terlanjur menerima beberapa pukulan hingga terjatuh ke tanah.
Beruntung, seorang pria berambut panjang yang mengenakan peci dan kaus putih segera masuk ke tengah kerumunan dan mengevakuasi korban dari lokasi keributan sehingga tidak mengalami luka yang lebih parah.
Kapolsek Wonosalam, AKP Rusmanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, pengantin pria mengalami luka memar di bagian kepala akibat terkena pukulan saat berusaha melerai perkelahian.
“Korban mengalami memar di bagian kepala. Situasi berhasil diamankan dan tidak berkembang lebih lanjut,” ujar AKP Rusmanto.
Meski sempat mencoreng suasana pesta pernikahan, kondisi mempelai pria akhirnya dapat diamankan. Aparat kepolisian juga segera melakukan langkah-langkah untuk meredam situasi agar tidak terjadi keributan susulan.
Peristiwa tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat dan warganet. Banyak yang menyayangkan aksi kekerasan yang justru menimpa pengantin pria di hari bahagianya, sementara sebagian lainnya mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban saat menghadiri acara hiburan masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Hingga kini, video kericuhan tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai simpati luas dari masyarakat yang menilai pengantin pria menjadi korban akibat kesalahpahaman di tengah situasi yang tidak terkendali.(Rendy)

