Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Kamis, 27 Agustus 2026, 7:40:00 AM WIB
Last Updated 2026-08-27T00:40:27Z
Regional

Motor Diduga Ngangsu Pertalite di Salatiga, Distribusi BBM Subsidi Kembali Disorot

Advertisement


Laporan: Tri


SALATIGA | MATALENSANEWS.COM – Program penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali mendapat sorotan. Di tengah upaya pemerintah memastikan Pertalite tepat sasaran, aktivitas sebuah sepeda motor yang diduga memindahkan BBM subsidi ke jerigen justru ditemukan di wilayah Sidorejo, Kota Salatiga.


Aktivitas tersebut memunculkan dugaan adanya praktik "ngangsu" Pertalite untuk kemudian dijual kembali secara eceran.


Ketua Lembaga Elbeha Barometer, Sri Hartono mengatakan, pihaknya menerima laporan masyarakat terkait sejumlah sepeda motor jenis Suzuki Thunder yang diduga berpindah-pindah SPBU untuk membeli BBM subsidi.


"Berbekal informasi masyarakat, kami lakukan investigasi. Dan benar adanya, pagi ini, Kamis 27 Agustus kami pergoki sebuah sepeda motor terparkir di kawasan Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, memindahkan Pertalite dari tangki ke jerigen," ujar Sri Hartono.


Menurut dia, setelah BBM dipindahkan ke jerigen, Pertalite tersebut kemudian dimasukkan ke botol untuk dijual kembali secara eceran.


Pantauan di lokasi, aktivitas pemindahan BBM dari kendaraan ke wadah lain tersebut menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat menyebut kegiatan serupa diduga telah berlangsung cukup lama.


"Memang aktivitas seperti ini sudah lama dan sering dilakukan oleh pihak warung," katanya.


Sri Hartono menduga praktik tersebut tidak hanya dilakukan oleh satu pihak. Ia menyebut kemungkinan ada jaringan atau kelompok yang melakukan aktivitas serupa.


"Sebenarnya banyak yang melakukan hal itu. Kami menduga ada paguyubannya dan terorganisir. Beberapa waktu lalu sebuah warung di wilayah Argomulyo juga ada seperti itu," ungkapnya.


Ia menilai praktik tersebut dapat merugikan masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat BBM bersubsidi.


"Ini jelas melanggar hukum. Kami setelah mendata dan mengumpulkan data akan melaporkan ke pihak berwajib," tegasnya.


Sri Hartono berharap pemerintah dan aparat terkait memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi agar tidak terjadi penyalahgunaan.


"Masyarakat juga kami imbau melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran distribusi BBM bersubsidi agar dapat dilakukan pemeriksaan oleh pihak berwenang," pungkasnya.