Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Jumat, 07 Agustus 2026, 1:21:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-07T06:21:11Z
BERITA PERISTIWANEWS

Pemilik Konter Royal Phone Ambarawa Ditemukan Tewas dalam Bagasi Mobil di Grobogan

Advertisement


GROBOGAN
 |NATALENSANEWS.COM– Misteri hilangnya pemilik konter ponsel Royal Phone di Ambarawa, Kabupaten Semarang, mulai terungkap. Candra Waskito (25), pemilik konter tersebut, ditemukan tewas di dalam bagasi mobil Honda Jazz miliknya di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Kamis (6/8/2026) sore.


Polisi memastikan jenazah pria yang ditemukan di dalam bagasi mobil tersebut merupakan Candra, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah konter ponselnya diduga menjadi sasaran pencurian dengan kekerasan.


"Saat ini pemilik konter Candra Waskito ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Honda Jazz bernomor polisi AD-1398-YJ miliknya di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Kamis sore 6 Agustus 2026," kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).


Bodia menjelaskan, polisi masih mendalami keterkaitan antara dugaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di konter Royal Phone Ambarawa dengan penemuan jasad Candra di wilayah Gubug, Grobogan.


"Saat ini seluruh fakta, barang bukti, dan keterangan saksi masih kami kumpulkan. Tim penyidik bekerja secara intensif untuk mengungkap kronologi secara utuh, termasuk memastikan apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan," ujarnya.


Ia mengimbau masyarakat tidak membuat spekulasi terkait kasus tersebut dan menyerahkan proses penyelidikan kepada kepolisian.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada kepolisian," kata Bodia.


Mobil Korban Ditemukan Bersama Jenazah


Mobil Honda Jazz yang digunakan untuk membawa korban diketahui merupakan kendaraan milik Candra. Berdasarkan data kendaraan yang terlihat melalui aplikasi New Sakpole, mobil tersebut merupakan Honda Jazz GK5 1.5 RS CVT (CKD) yang dirakit pada 2019.


Kendaraan tersebut terdaftar di Samsat Prambanan dengan nomor polisi AD-1398-YJ. Mobil berbahan bakar bensin itu tercatat berwarna abu-abu baja metalik dan memiliki masa berlaku STNK hingga 4 Juli 2029.


Sebelumnya, kendaraan tersebut sempat dilaporkan hilang bersamaan dengan menghilangnya Candra setelah konter ponsel miliknya di wilayah Ambarawa diduga dibobol kawanan perampok.


Polisi kemudian menemukan mobil tersebut di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Di dalam bagasi mobil, ditemukan jasad seorang pria yang kemudian dipastikan sebagai Candra.


Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo membenarkan identitas korban tersebut.


"Iya (jenazah di Gubug adalah bos konter HP Ambarawa)," kata Heru saat dikonfirmasi awak media, Jumat (7/8/2026).


Ditemukan Luka di Bagian Kepala


Candra diketahui merupakan warga Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Pria berusia 25 tahun tersebut sehari-hari mengelola konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa.


Sementara itu, jasad korban ditemukan di Dusun Tembelingan, Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Kamis (6/8/2026) sore.


Saat ditemukan, terdapat luka pada bagian kepala korban. Polisi kemudian melakukan evakuasi untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.


"Guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, korban sudah kami bawa ke RS Bhayangkara Semarang," jelas Bodia.


Jarak antara konter Royal Phone di Ambarawa dengan lokasi ditemukannya korban di Gubug diperkirakan sekitar 49 kilometer berdasarkan penelusuran melalui Google Maps.


Polisi Periksa Saksi dan Kumpulkan Barang Bukti


Polres Semarang bersama jajaran terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut.


Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Polisi juga mengumpulkan barang bukti dari lokasi konter maupun lokasi penemuan korban serta berkoordinasi dengan berbagai pihak.


Dalam proses penyelidikan, polisi juga masih mendalami informasi mengenai keberadaan sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi penemuan korban.


Saksi mata disebut sempat melihat dua orang tidak dikenal mengenakan masker meninggalkan lokasi penemuan korban. Namun, informasi tersebut masih dalam pendalaman penyidik dan belum dapat disimpulkan sebagai pelaku.


Kasus tersebut kini ditangani secara intensif oleh kepolisian. Penyidik masih berupaya mengungkap kronologi kejadian, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pencurian dengan kekerasan dan kematian Candra Waskito.


Polisi menegaskan belum menyimpulkan hubungan antara dugaan perampokan konter Royal Phone dengan penemuan jasad korban di Gubug sebelum seluruh fakta dan bukti berhasil dikumpulkan.


"Seluruh fakta, barang bukti, dan keterangan saksi masih kami kumpulkan," pungkas Bodia.(Goent)