Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Minggu, 23 Agustus 2026, 8:34:00 PM WIB
Last Updated 2026-08-23T13:34:45Z
NEWSPENDIDIKAN

SLB Negeri 1 Demak Kekurangan Ruang Kelas, 38 Calon Siswa Berkebutuhan Khusus Tak Bisa Diterima

Advertisement


DEMAK|
MatalensaNews.com – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Kabupaten Demak, Jawa Tengah, membutuhkan tambahan ruang kelas untuk menampung tingginya jumlah siswa berkebutuhan khusus yang ingin bersekolah di sekolah tersebut.


Keterbatasan sarana prasarana membuat sekolah terpaksa membatasi penerimaan murid baru, meski jumlah calon siswa yang mendaftar jauh lebih banyak dibandingkan kapasitas yang tersedia.


Kepala SLB Negeri 1 Demak, Muhson, mengatakan pada penerimaan murid baru jenjang sekolah dasar (SD) tahun ini terdapat 60 calon siswa yang mendaftar. Namun, pihak sekolah hanya mampu menerima 22 siswa karena harus menyesuaikan dengan ketersediaan ruang kelas.


“Ruang kelas yang tersedia saat ini terbatas, sehingga banyak siswa yang terpaksa tidak bisa diterima sekolah di SLB Negeri Demak ini,” kata Muhson di Demak, Minggu.


Ia menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan secara daring. Sementara calon siswa yang datang langsung dengan persyaratan administrasi yang belum lengkap tidak dapat diterima.


Tingginya animo masyarakat juga berdampak terhadap jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar (rombel). Padahal, idealnya satu rombel untuk jenjang SD dan SMP di SLB hanya berisi sekitar lima siswa.


Namun, karena keterbatasan ruang kelas, terdapat sejumlah rombel yang kini harus menampung hingga 15 bahkan 20 siswa.


Satu-satunya SLB Negeri di Kabupaten Demak


Menurut Muhson, tingginya jumlah pendaftar tidak terlepas dari posisi SLB Negeri 1 Demak sebagai satu-satunya sekolah luar biasa negeri di Kabupaten Demak.


Di sisi lain, hingga kini belum terdapat SLB swasta di wilayah tersebut yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak berkebutuhan khusus.


“SLBN 1 Demak menjadi satu-satunya SLB negeri di Kabupaten Demak, sementara keberadaan SLB swasta belum ada,” ujarnya.


Untuk jenjang SMP, sekolah tidak membuka penerimaan siswa mutasi. Siswa SMP di SLB Negeri 1 Demak selama ini merupakan lulusan dari jenjang SDLB yang melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya.


Ajukan Pembangunan 20 Ruang Kelas


Untuk mengatasi persoalan keterbatasan sarana dan prasarana, pihak sekolah telah mengusulkan pembangunan dan revitalisasi fasilitas kepada pemerintah pusat.


Usulan tersebut mencakup pembangunan sekitar 20 ruang kelas, satu ruang pembelajaran khusus, satu ruang keterampilan, satu ruang UKS, satu ruang perpustakaan, serta penambahan fasilitas toilet.


Muhson mengatakan pihaknya telah memenuhi sejumlah tahapan pengajuan dan bahkan sudah dipanggil oleh direktorat terkait.


“Pengajuan ruang sudah dilakukan dan kami sudah dipanggil direktorat. Saat ini masih ada persyaratan yang harus dilengkapi, yakni surat keterangan pemanfaatan lahan dari Pemerintah Provinsi Jateng,” katanya.


Ia berharap persyaratan tersebut segera diselesaikan sehingga dapat diunggah untuk mengikuti proses verifikasi oleh direktorat terkait.


Menurut dia, proses pengajuan pembangunan sarana tersebut nantinya akan diproses langsung melalui pemerintah pusat.


Kekurangan Guru


Selain ruang kelas, SLB Negeri 1 Demak juga menghadapi persoalan kekurangan tenaga pendidik.


Saat ini hanya terdapat 27 guru yang harus melayani sebanyak 342 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP hingga SMA.


Rinciannya, jumlah siswa TKLB sebanyak 12 orang, SDLB 188 orang, SMPLB 81 orang, dan SMALB 61 orang.


Para siswa memiliki beragam kebutuhan khusus, di antaranya hambatan intelektual, autisme, tunanetra, tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa.


Dari 27 guru yang tersedia, sebanyak enam orang berstatus PNS, lima orang PPPK penuh waktu, 14 orang PPPK paruh waktu, sementara sisanya merupakan guru yang belum terangkat sebagai PPPK.


Kondisi tersebut membuat kebutuhan tambahan tenaga pendidik menjadi semakin mendesak, mengingat karakteristik pembelajaran di SLB membutuhkan pendampingan dan penanganan yang lebih intensif.


“Pengajuan penambahan guru sudah kami ajukan berulang kali. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” ujar Muhson.


Pihak sekolah berharap pemerintah dapat segera merealisasikan penambahan ruang kelas, fasilitas pendukung, serta tenaga pendidik. Dengan demikian, semakin banyak anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Demak dapat memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa harus ditolak karena keterbatasan kapasitas sekolah.(FARID)