Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Rabu, 16 September 2026, 2:09:00 PM WIB
Last Updated 2026-09-16T07:09:27Z
BERITA PERISTIWANEWS

11 Anak Punk Diamankan Polisi Usai Keributan di Depan SPBU Tengaran, Gerobak Cilok Ditendang

Advertisement


SEMARANG|
MatalensaNews.com – Keributan melibatkan sejumlah anak punk dan warga terjadi di depan SPBU Tengaran, Desa/Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026) sore.


Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pemuda yang disebut sebagai anak punk terlibat keributan dengan warga hingga terjadi aksi pemukulan.


Polisi kemudian mengamankan 11 anak punk yang diduga terlibat dalam keributan tersebut.


Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto mengatakan, keributan bermula ketika seorang penjual cilok menegur rombongan anak punk yang berada di sekitar lokasi berjualan.


Teguran itu disampaikan karena keberadaan rombongan tersebut membuat sejumlah calon pembeli merasa takut.


"Anak punk ditegur sama tukang cilok karena yang mau beli pada takut," kata Budi.


Namun, teguran tersebut justru memicu keributan. Berdasarkan keterangan polisi, anak punk yang tidak terima kemudian menendang gerobak milik penjual cilok hingga dagangannya berhamburan.


Dalam rekaman video yang beredar, gerobak cilok terlihat ditendang hingga dagangan di dalamnya berantakan.


"Nendang gerobak cilok sampai kocar-kacir ciloknya. Anak punknya enggak terima, terus ribut," ujar Budi.


Keributan kemudian meluas. Sejumlah anak punk terlibat perselisihan dengan pedagang cilok dan pedagang bakso sebelum warga berdatangan ke lokasi.


Kedatangan warga selanjutnya diwarnai aksi pemukulan terhadap sejumlah anak punk.


Budi mengatakan, sedikitnya lima anak punk mengalami luka akibat kejadian tersebut. Mereka kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.


Sementara itu, penjual cilok juga mengalami luka pada bagian wajah akibat terkena pukulan.


"Ada yang luka-luka, anak punk lima, kita bawa ke puskesmas. Yang jual cilok luka pukul di mukanya," ungkapnya.


Untuk mencegah keributan kembali terjadi, polisi yang datang ke lokasi langsung mengamankan 11 anak punk.


Mereka awalnya dibawa ke Mapolsek Tengaran. Namun, situasi kembali ramai setelah sejumlah warga mendatangi kantor polisi.


"Saya dan anggota mengamankan 11 anak punk dibawa ke polsek, tapi warga pada nyusul ke polsek. Sekarang ada di Polres Semarang," kata Budi.


Polisi selanjutnya membawa 11 anak punk tersebut ke Polres Semarang untuk penanganan lebih lanjut.


Hingga Selasa malam, situasi di wilayah Tengaran dipastikan telah kembali aman dan terkendali.


"Sampai saat ini situasi aman terkendali," pungkas Budi.(Goent)