Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Kamis, 03 September 2026, 10:08:00 PM WIB
Last Updated 2026-09-03T15:08:44Z
LENSA POLITIKNEWS

AHY: Posisi Partai Boleh Berubah, Komitmen Terhadap Demokrasi Tidak Boleh Berubah

Advertisement

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY

JAKARTA|MATALENSANEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menegaskan bahwa perubahan posisi partai dalam pemerintahan merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik. Komitmen Partai Demokrat untuk menjaga demokrasi, kata dia, tidak akan berubah meski pernah berada di dalam maupun di luar pemerintahan.


Hal tersebut disampaikan AHY saat membuka sarasehan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat di Auditorium Yudhoyono, Jakarta, Selasa, 1 September 2026.


"Demokrat telah mengalami berbagai fase dalam perjalanan politik nasional, mulai dari menjadi bagian dari pemerintahan selama 10 tahun, berada di luar pemerintahan, hingga kembali menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendewasaan Partai Demokrat," kata AHY dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 3 September 2026.


Menurut AHY, perjalanan panjang tersebut tidak mengubah komitmen utama partai. Dia menempatkan menjaga demokrasi sebagai salah satu dari tiga agenda utama perjuangan Partai Demokrat, bersama dengan memajukan ekonomi dan menegakkan keadilan.


Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini menilai demokrasi bukanlah tujuan akhir, melainkan jalan untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera. Oleh karena itu, kebebasan yang bertanggung jawab dan sesuai konstitusi harus terus dijaga, termasuk dengan membuka ruang partisipasi bagi generasi muda.


Memasuki usia ke-25 tahun, AHY mengajak seluruh kader untuk menulis sejarah baru bagi partai agar makin dekat dengan rakyat dan relevan dengan perkembangan zaman.


"Jadi, posisi boleh berubah. Tetapi komitmen terhadap demokrasi tidak boleh berubah," tutur putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.


AHY menambahkan, perubahan zaman menuntut Partai Demokrat terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Refleksi 25 tahun melalui sarasehan ini, kata dia, penting untuk mengambil pelajaran dari perjalanan sebelumnya sekaligus menyusun langkah menghadapi tantangan ke depan.


Demokrat, lanjut AHY, tidak hanya mencari validasi tetapi juga membutuhkan kritik konstruktif sebagai bahan evaluasi agar mampu memahami kebutuhan masyarakat.


"Gedung boleh berganti, generasi boleh berganti, zaman pasti berubah. Tetapi satu hal tidak boleh berubah, Demokrat harus selalu bersama rakyat," ucapnya.(Red/GT)