Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Jumat, 04 September 2026, 12:06:00 PM WIB
Last Updated 2026-09-04T05:06:13Z
BERITA PERISTIWANEWS

Geger! Bayi Perempuan Ditemukan Terkubur di Kebun Warga Bandungan Semarang

Advertisement


UNGARAN
|MATALENSANEWS.COM– Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi perempuan yang terkubur di sebuah kebun milik warga, Kamis (3/9/2026).


Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan tubuhnya tertutup kain daster. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan.


Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Polisi langsung menerjunkan Unit Inafis Polres Semarang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah petunjuk.


“Benar, telah ditemukan seorang bayi perempuan dalam kondisi terkubur di wilayah Desa Duren, Kecamatan Bandungan. Saat ini kami telah menerjunkan Unit Inafis Polres Semarang untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti guna mengungkap kejadian tersebut,” ungkap Kapolres.


Berawal Saat Cari Rumput


Penemuan bayi tersebut bermula ketika seorang warga bernama Gendro Susanto (38) mencari rumput untuk pakan ternaknya sekitar pukul 15.30 WIB.


Saat berada di kebun milik warga, Gendro melihat sebuah gundukan tanah yang tampak masih baru. Merasa curiga dengan kondisi tersebut, ia kemudian menggali bagian tanah itu.


Betapa terkejutnya Gendro setelah menemukan sesosok bayi di dalam tanah. Bayi tersebut berada dalam posisi tertelungkup dan tubuhnya ditemukan dalam kondisi tertutup kain daster.


Setelah mengetahui temuannya, Gendro segera menghubungi Ketua RT setempat. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Kepala Desa Duren.


Laporan selanjutnya disampaikan kepada pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Desa Duren, Bripka Dhenis Agus.


Mendapat laporan tersebut, petugas bersama piket Unit Reskrim Polsek Bandungan langsung mendatangi lokasi kejadian.


Polisi Pasang Garis Polisi


Kapolsek Bandungan Iptu Subedi mengatakan, setelah tiba di lokasi, petugas langsung mengamankan area penemuan bayi dengan memasang garis polisi.


Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga lokasi agar tidak terganggu serta memastikan barang bukti dan petunjuk yang berada di sekitar TKP tetap terjaga.


“Setelah menerima informasi, anggota langsung mendatangi lokasi. Di tempat kejadian ditemukan bayi yang terkubur di dalam tanah. Selanjutnya lokasi langsung kami amankan dan dipasang police line untuk kepentingan penyelidikan,” jelas Iptu Subedi.


Dari pemeriksaan awal, bayi yang ditemukan diketahui berjenis kelamin perempuan. Bayi tersebut memiliki panjang tubuh sekitar 49 sentimeter dengan berat kurang lebih 3,4 kilogram.


Polisi memperkirakan bayi tersebut baru dilahirkan sekitar satu hari sebelum ditemukan oleh warga.


Namun demikian, perkiraan tersebut masih bersifat sementara. Kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan waktu kelahiran, kondisi bayi, serta berbagai hal lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.


Polisi Selidiki Pihak yang Bertanggung Jawab


Polsek Bandungan bersama Polres Semarang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kasus penemuan bayi yang terkubur tersebut.


Petugas juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak serta berbagai petunjuk yang ditemukan di lokasi kejadian.


“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan seluruh informasi serta petunjuk yang ada. Kami akan mendalami kejadian ini secara serius untuk mengetahui kronologi secara lengkap dan mengungkap siapa yang bertanggung jawab,” tegas Iptu Subedi.


Penemuan bayi tersebut sontak menjadi perhatian warga sekitar. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan bayi tersebut maupun hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa itu agar segera melapor kepada pihak kepolisian.


Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu petugas mengungkap kronologi sebenarnya, termasuk pihak yang diduga bertanggung jawab atas bayi yang ditemukan terkubur di kebun tersebut.(TRI)