Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Selasa, 08 September 2026, 2:05:00 PM WIB
Last Updated 2026-09-08T07:05:49Z
LENSA POLITIKNEWS

Klarifikasi Pidato AHY Dikaitkan Pilpres 2029, Demokrat: Sama Sekali Tidak Membahas 2029

Advertisement


JAKARTA|
MATALENSANEWS.COM — Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, memberikan klarifikasi terkait pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang belakangan ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.


Umam menilai sejumlah tafsir yang menyebut pidato AHY sebagai sinyal kesiapan maju dalam Pilpres 2029 terlalu jauh dari substansi yang disampaikan. Menurutnya, apabila pidato tersebut dibaca secara utuh, tidak terdapat pembahasan mengenai Pilpres 2029.


"Kalau pidato Mas Ketum AHY itu dibaca secara keseluruhan, konteksnya sangat jelas. Sama sekali tidak membahas 2029," kata Umam dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).


Menurut Umam, pidato AHY dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat pada Sabtu (5/9/2026) lebih banyak berisi refleksi mengenai perjalanan partai serta gagasan yang berkaitan dengan tiga agenda utama, yakni memajukan perekonomian, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi.


Ia menegaskan, dalam pidato tersebut AHY justru menyampaikan dukungan terhadap kerja-kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


AHY, lanjut Umam, bahkan secara eksplisit menegaskan posisi Partai Demokrat sebagai bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo.


"Itu etika berkoalisi, sekaligus penegasan komitmen Demokrat untuk menyukseskan pemerintahan," ujarnya.


Umam juga menjelaskan bahwa pesan AHY mengenai demokrasi, netralitas aparatur negara, pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil, serta kekuasaan sebagai amanah rakyat merupakan prinsip konstitusional.


Menurut dia, nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari identitas Partai Demokrat sebagai partai yang lahir pada era Reformasi.


"Demokrat setuju agar semua pihak selalu fokus bekerja mencari solusi bersama guna menyelesaikan persoalan masyarakat sehari-hari," katanya.


Umam menegaskan, prinsip demokrasi yang disampaikan AHY bukanlah sinyal politik untuk Pilpres 2029, melainkan pesan yang menurutnya harus dijaga oleh seluruh elemen bangsa.


"Itu semua adalah prinsip demokrasi yang harus kita jaga bersama, siapa pun yang sedang memerintah dan siapa pun yang menjadi peserta pemilu. Itu adalah amanah Reformasi. Demokrat mengajak kita semua untuk terus menjaganya," ujar Umam.


Sebelumnya, Doli Sebut AHY Berpotensi Maju Pilpres


Pernyataan Umam tersebut disampaikan menyusul komentar Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, yang sebelumnya meyakini AHY bakal menjadi salah satu kontestan pada Pilpres mendatang.


Doli menanggapi pidato AHY dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar pada Sabtu (5/9/2026).


Doli mengaku setuju dengan pernyataan AHY mengenai kekuasaan sebagai sebuah amanah yang memiliki batas waktu. Namun, ia mengaku mempertanyakan substansi pidato tersebut karena Indonesia saat ini dinilai sedang menghadapi berbagai tantangan besar.


Menurut Doli, Partai Demokrat dan AHY merupakan bagian dari pemerintahan sehingga memiliki tanggung jawab untuk turut menjawab berbagai persoalan yang dihadapi negara.


Meski demikian, Doli melihat adanya nuansa politik tertentu dalam pidato tersebut.


"Namun, dilihat dari nuansa isyarat, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi signal kuat bahwa dia siap menjadi salah satu kandidat dalam Pilpres mendatang," kata Doli, Senin (7/9/2026).


Pernyataan Doli itulah yang kemudian memunculkan tafsir bahwa pidato AHY menjadi sinyal awal terkait kemungkinan pencalonannya dalam Pilpres 2029.


Namun, melalui klarifikasi Ahmad Khoirul Umam, Partai Demokrat menegaskan bahwa pidato AHY tidak secara khusus membahas Pilpres 2029. Demokrat menyebut isi pidato tersebut lebih menekankan refleksi perjalanan partai, komitmen terhadap pemerintahan yang berjalan, serta pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi dan amanah Reformasi.(Goent)