Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Sabtu, 19 September 2026, 10:34:00 PM WIB
Last Updated 2026-09-19T15:34:08Z
LENSA POLITIKNEWS

Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan DPP Golkar, Tetap Jadi Kader

Advertisement


JAKARTA|
MatalensaNews.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar.


Pengunduran diri tersebut ternyata telah diajukan sejak beberapa bulan lalu. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia membenarkan adanya pengajuan pengunduran diri Nusron dari struktur kepengurusan partai.


“Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari Kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu,” kata Doli kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).


Doli belum menjelaskan secara rinci alasan Nusron mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan Partai Golkar.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji mengatakan pengunduran diri Nusron telah disampaikan langsung kepada Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.


Menurut Sarmuji, pengunduran diri tersebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan disebut lebih dari enam bulan lalu. Meski tidak lagi masuk dalam struktur kepengurusan, Nusron masih berstatus sebagai anggota atau kader Partai Golkar.


“Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu. Pak Nusron menemui langsung Ketua Umum,” kata Sarmuji, sebagaimana diberitakan ANTARA.


Terkait alasan pengunduran diri, Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia hanya menyebut kemungkinan Nusron ingin memfokuskan diri pada hal lain.


Dalam kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024–2029, Nusron sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.


Berbeda dengan Jabatan Menteri


Pengunduran diri Nusron yang dikonfirmasi Partai Golkar tersebut merupakan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar, bukan pernyataan mundur dari jabatan Menteri ATR/BPN.


Kementerian ATR/BPN sebelumnya juga membantah kabar mengenai pengunduran diri Nusron dari jabatan menteri.


Informasi mengenai pengunduran diri dari kepengurusan Golkar ini muncul di tengah perhatian publik terhadap proses hukum yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kementerian ATR/BPN.


Namun, berdasarkan keterangan Partai Golkar, pengunduran diri Nusron dari kepengurusan DPP telah diajukan beberapa bulan sebelum informasi tersebut mencuat ke publik. Alasan resmi pengunduran diri dari struktur partai juga belum disampaikan secara rinci.


Dengan demikian, Nusron Wahid kini tidak lagi tercatat dalam struktur kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024–2029, tetapi masih berstatus sebagai kader Partai Golkar.(Red/GT)