Deoxa Indonesian Channels

lisensi

Advertisement MGID

Rabu, 28 Oktober 2026, 7:01:00 PM WIB
Last Updated 2026-10-28T12:01:33Z
Berita Olah ragaNEWS

Kabar Duka Porprov Jateng 2026, Atlet Pencak Silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Meninggal Dunia

Advertisement

Gambar ilustrasi 

SEMARANG|
MatalensaNews.com – Kabar duka datang dari ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XXVII 2026. Atlet pencak silat kontingen Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata (20), meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026), setelah sebelumnya mengalami cedera saat bertanding pada babak perempat final melawan atlet Kabupaten Batang.


Kepergian Ayudiah menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama atlet, serta jajaran pelatih pencak silat Kota Semarang. Hingga Rabu, penyebab pasti meninggalnya atlet muda tersebut masih belum diketahui dan tengah ditelusuri.


Koordinator Pelatih Pencak Silat Porprov Kota Semarang, Nurfaqih, mengaku terkejut menerima kabar meninggalnya Ayudiah. Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus menyatakan bahwa pihaknya masih berupaya mencari informasi mengenai penyebab wafatnya atlet tersebut setelah menjalani perawatan medis.


"Kami sangat terkejut dan berduka cita atas meninggalnya Ayudiah Rivana Tridiandinata, kami masih menelusuri penyebab wafatnya atlet kami setelah laga di Porprov Jawa Tengah," kata Nurfaqih, Rabu (28/10/2026).


Mengalami Cedera Saat Bertanding


Nurfaqih menjelaskan, cedera yang dialami Ayudiah bermula ketika ia bertanding pada babak perempat final melawan atlet Kabupaten Batang di Gelanggang Olahraga (GOR) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Senin (26/10/2026).


Dalam pertandingan tersebut, jari tengah Ayudiah terkena tendangan hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah. Setelah kejadian itu, Ayudiah menjalani pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi cederanya.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, ruas jari tengah Ayudiah mengalami cedera disertai pergeseran tulang. Namun, hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan adanya patah tulang.


Ayudiah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Primaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Sempat Menjalani Operasi


Pada Selasa (27/10/2026), Ayudiah menjalani operasi sekitar pukul 18.00 WIB. Menurut keterangan Nurfaqih, pihak keluarga sempat memberikan kabar bahwa operasi telah selesai dan berjalan lancar.


Sekitar pukul 19.30 WIB pada hari yang sama, orang tua Ayudiah mengabarkan bahwa proses operasi telah selesai tanpa menunjukkan adanya masalah.


Namun, kabar duka datang pada Rabu pagi (28/10/2026). Nurfaqih menerima informasi dari ayah Ayudiah mengenai meninggalnya atlet pencak silat tersebut.


Nurfaqih mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kematian Ayudiah. Ia juga menyebut bahwa berdasarkan informasi yang diketahuinya, Ayudiah sebelumnya dalam kondisi sehat dan tidak diketahui memiliki penyakit bawaan.


"Saya belum tahu pasti penyebab meninggalnya Ayudiah," imbuhnya.


Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Ayudiah belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak pelatih. Karena itu, diperlukan informasi lebih lanjut dari pihak keluarga maupun tenaga medis yang menangani almarhumah untuk mengetahui penyebab kematiannya.


Duka Kembali Menyelimuti Porprov Jateng 2026


Meninggalnya Ayudiah menambah duka dalam pelaksanaan Porprov Jawa Tengah XXVII 2026. Sebelumnya, atlet selam dari kontingen Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, juga dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti perlombaan.


Kepergian dua atlet dalam pelaksanaan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut menjadi perhatian bagi dunia olahraga Jawa Tengah, terutama terkait keselamatan atlet selama mengikuti pertandingan maupun penanganan medis ketika terjadi insiden.


Peristiwa yang menimpa Ayudiah juga menegaskan pentingnya informasi medis yang jelas untuk mengetahui penyebab meninggalnya seorang atlet setelah mengalami cedera dan menjalani perawatan.


Keluarga, rekan atlet, dan jajaran pelatih kini kehilangan sosok atlet muda yang sebelumnya mengikuti perjuangan kontingen Kota Semarang dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut.(Djoko S)