Advertisement
SEMARANG|MatalensaNews.com – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., memimpin upacara penyambutan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Statis Yonif 403/Wirasada Pratista dan Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 410/Alugoro di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Senin (12/10/2026).
Penyambutan tersebut menjadi momen penuh kebanggaan setelah para prajurit menyelesaikan penugasan operasi selama kurang lebih 12 bulan di wilayah Papua. Seluruh personel kedua satuan itu kembali ke pangkalan dalam keadaan sehat dan selamat.
Dalam amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh prajurit yang telah menuntaskan tugas negara dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan penugasan dan kembalinya seluruh personel ke pangkalan dengan selamat merupakan hal yang patut disyukuri. Pengalaman selama bertugas di wilayah operasi juga menjadi kehormatan bagi prajurit infanteri sekaligus bagian penting dari perjalanan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pangdam menilai pengalaman tersebut akan menjadi kenangan berharga dan kebanggaan yang dapat diwariskan kepada generasi prajurit berikutnya.
Ia juga berpesan agar seluruh prajurit menjadikan berbagai kekurangan dan hambatan selama penugasan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan di masa mendatang.
Menurutnya, kemungkinan penugasan kembali harus disikapi dengan kesiapan, disiplin, dan profesionalisme. Sebagai prajurit TNI, setiap personel dituntut selalu siap menjalankan amanah negara kapan pun dibutuhkan.
Pengalaman yang diperoleh selama bertugas di Papua diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan dan kualitas satuan dalam melaksanakan tugas berikutnya.
Pangdam Instruksikan Konsolidasi dan Pemeriksaan Materiil
Setelah kembali ke pangkalan, Pangdam menginstruksikan Danyonif 403/WP dan Danyonif 410/ALG untuk segera melaksanakan konsolidasi satuan.
Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan dan inventarisasi persenjataan, munisi, perlengkapan, serta seluruh materiil sesuai prosedur yang berlaku. Langkah ini diperlukan untuk memastikan seluruh perlengkapan satuan tercatat dan tertangani dengan baik setelah digunakan selama penugasan.
Selain itu, para prajurit diminta memanfaatkan waktu istirahat secara optimal sebelum kembali menjalani aktivitas satuan.
Penyesuaian terhadap lingkungan pangkalan juga perlu dilakukan secara bertahap. Meski telah menyelesaikan tugas operasi, para prajurit tetap diingatkan untuk menjaga disiplin, kemampuan, kebugaran fisik, serta sikap profesional, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat.
Pangdam berharap pengalaman selama menjalankan tugas di Papua dapat menjadi bekal untuk memperkuat kesiapan personel sekaligus meningkatkan kemampuan satuan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Menutup amanatnya, Mayjen TNI Achiruddin menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh prajurit di Semarang dan di lingkungan Kodam IV/Diponegoro.
Ia menegaskan bahwa kepulangan tersebut bukan sekadar menandai berakhirnya masa penugasan, melainkan juga menjadi bukti pengabdian yang telah ditunaikan dengan penuh tanggung jawab.
Dengan pengalaman yang diperoleh selama bertugas, para prajurit diharapkan kembali memperkuat satuan, menjaga kehormatan sebagai prajurit infanteri, serta senantiasa siap melaksanakan tugas negara.
"Selamat datang di Semarang, di Kodam IV/Diponegoro, dan saya bangga kepada kalian semua. Diponegoro," tegas Pangdam.
Upacara penyambutan tersebut turut dihadiri Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga, S.I.P., M.H., Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Mohammad Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA., Irdam Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., serta Kapok Sahli Brigjen TNI Musa David M. Hasibuan, S.I.P., M.A.B.
Hadir pula para Danrem, Asisten Kasdam, Kabalakdam, Danlanal Semarang, para Dansat jajaran Kodam IV/Diponegoro, serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD IV/Diponegoro.
Kepulangan kedua satgas tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memulihkan kondisi personel, melakukan evaluasi penugasan, dan memperkuat kesiapan satuan dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.(Goent)

