Postingan

Menampilkan postingan dengan label SALATIGA

Dugaan Pungli Paket Seragam di Salah Satu SMK Negeri Salatiga Diusut, Lembaga ELBEHA Barometer Kumpulkan Data

Gambar
Ilustrasi SALATIGA | MATALENSANEWS.COM -  Dugaan pungutan liar (pungli) melalui penjualan paket seragam kepada peserta didik baru Tahun Ajaran 2026 menjadi perhatian di salah satu SMK Negeri di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Dugaan tersebut mencuat setelah adanya aduan, keluhan, dan keresahan dari sejumlah orangtua atau wali peserta didik baru terkait kewajiban pembelian paket seragam dengan nominal tertentu. Ketua ELBEHA BAROMETER, Sri Hartono , mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan investigasi untuk mengumpulkan berbagai data dan informasi guna memastikan duduk perkara sebenarnya. “ELBEHA BAROMETER saat ini terus melakukan investigasi dan pengumpulan data. Kami ingin mengungkap fakta secara utuh, sehingga tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi awal yang kami terima,” kata Sri Hartono. Menurut dia, salah satu informasi yang sedang didalami berkaitan dengan adanya dokumen daftar harga sejumlah jenis seragam yang diperuntukkan bagi peserta didik baru. Dokum...

Revitalisasi SMP Negeri 8 Salatiga Disorot, Elbeha Barometer Bongkar Dugaan Pengerjaan Lewat Pihak Ketiga

Gambar
SALATIGA | MATALENSANEWS.COM  - Program revitalisasi sekolah yang seharusnya menjadi angin segar bagi dunia pendidikan justru mendapat sorotan. Lembaga Elbeha Barometer mempertanyakan proses pengerjaan revitalisasi di SMP Negeri 8 Salatiga yang diduga dialihkan kepada pihak ketiga. Ketua Elbeha Barometer, Sri Hartono, menyebut mekanisme pengerjaan revitalisasi satuan pendidikan memiliki aturan yang cukup jelas. Program yang menggunakan dana bantuan pemerintah, kata dia, wajib dilaksanakan melalui sistem swakelola, bukan diserahkan begitu saja kepada kontraktor swasta. "Secara aturan resmi, program revitalisasi sekolah tidak boleh dipihakketigakan atau dikontrakkan kepada pihak ketiga. Seluruh dana bantuan pemerintah untuk program revitalisasi satuan pendidikan wajib dilaksanakan dengan mekanisme swakelola," ujar Sri Hartono. Menurutnya, apabila pekerjaan yang seharusnya dikelola oleh panitia atau pihak sekolah justru diborongkan sepenuhnya kepada pihak lain, maka hal tersebut...

Tanggapi Soal Siswa Sekolah Menengah Atas di Salatiga Keracunan, Dapur MBG Ngreco Disiapkan dengan Standar Ketat

Gambar
Laporan: Tri UNGARAN | MATALENSANEWS.COM - Jika melangkahkan kaki ke dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, pengunjung akan menjumpai fasilitas yang jauh dari kesan dapur biasa. Dapur yang bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN) itu ditata dengan standar profesional dan tingkat higienitas tinggi, bahkan disebut setara dapur hotel berbintang. Kepala SPPG Dapur Ngreco, Nila, mengatakan penataan dilakukan sejak pintu masuk. Setiap petugas diwajibkan menjaga kebersihan diri sebelum bekerja. “Setiap petugas diwajibkan menjaga kebersihan tangan dan badan sebelum bekerja. Ada ruangan penyimpanan bahan makanan, ruang penyimpanan alat makan, dapur, dan lainnya,” ujarnya kepada wartawan. Dapur MBG Ngreco dibangun dua lantai. Lantai atas difungsikan sebagai ruang rapat untuk perencanaan menu harian serta penentuan pemasok bahan makanan. “Jadi di lantai dua ini kita berdiskusi tentang men...

Nekat Karena Andalkan Beking, Galian C di Salatiga Beroperasi Malam Hari Meski Belum Kantongi Izin Lengkap

Gambar
SALATIGA | MATALENSANEWS.COM – Meski sudah beberapa kali ditindak oleh aparat penegak hukum, aktivitas galian C di kawasan Jalan Lingkar Salatiga, tepatnya di wilayah Dukuh, Kecamatan Sidomukti, masih terus berjalan. Bahkan, berdasarkan pantauan investigasi, aktivitas ini justru dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari. Ketua ELBEHA Barometer, Sri Hartono, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau kegiatan tersebut karena diduga masih belum mengantongi izin lengkap. "Kalau hanya meratakan tanah, mungkin masih bisa ditoleransi. Tapi jika sampai mengambil dan menjual material galian tanpa izin, itu jelas melanggar aturan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/3/2025) malam. Lebih lanjut, Sri Hartono menyebut bahwa modus operandi yang digunakan oleh para pelaku galian C ini tergolong licik. Mereka diduga menjalankan aktivitas penambangan di waktu-waktu yang dianggap aman dari pengawasan. "Kami pantau mereka mengeluarkan material hasil tambang pada malam hari, sa...