Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berita budaya

Kirab Gelar Budaya Mijen Meriah, Padukan Tradisi, Kreativitas dan UMKM

Gambar
SEMARANG| MATALENSANEWS.COM — Kirab Gelar Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (30/8/2026). Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menjaga Warisan, Menguatkan Kebersamaan” , kegiatan tersebut melibatkan perwakilan dari 14 kelurahan se-Kecamatan Mijen. Kirab dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengambil rute dari Lapangan Voli Masjid Jami' BSB Jatisari menuju Taman Mijen. Ratusan peserta ambil bagian dengan menampilkan beragam pakaian adat, kreasi budaya, hingga kostum berbahan daur ulang. Peserta kirab diberangkatkan oleh Camat Mijen Suhartini, S.E., M.M., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mijen, yakni Kapolsek Mijen, Danramil Mijen, serta para lurah se-Kecamatan Mijen. Menariknya, jajaran Forkopimcam dan para lurah turut mengikuti perjalanan kirab dengan menaiki dokar. Kehadiran rombongan tersebut semakin menambah semarak suasana s...

Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Sambonganyar Meriahkan Sedekah Bumi Jumat Pon

Gambar
BLORA| MATALENSANEWS.COM – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, pada Jumat (1/5/2026). Ribuan warga tumpah ruah mengikuti tradisi Sedekah Bumi yang digelar bertepatan dengan weton Jumat Pon. Acara yang dipusatkan di punden desa, yakni punden Mbah Condro yang dikenal sebagai tokoh pendiri Desa Sambonganyar, menjadi wujud nyata pelestarian kearifan lokal yang hingga kini masih terjaga. Sejak pagi, warga tampak antusias memadati lokasi dengan membawa ambengan berupa wakul nasi lengkap dengan ingkung ayam, serta aneka makanan khas seperti bugis, pasung, tape, dan buah pisang. Selain sebagai tradisi turun-temurun, Sedekah Bumi juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesuburan tanah dan hasil panen yang melimpah. Berbagai hasil pertanian turut dibawa sebagai bagian dari ritual tersebut. Salah satu tokoh agama setempat, Ngadimin, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin ...

Malam Jumat Kliwon: Antara Mitos, Magis, dan Tradisi yang Hidup di Tengah Masyarakat Jawa

Gambar
Salatiga| MatalensaNews.com – Bagi sebagian besar masyarakat Jawa, malam Jumat Kliwon bukanlah malam biasa. Malam ini kerap dianggap sarat makna spiritual dan misteri, bahkan masih melekat kuat dalam tradisi turun-temurun hingga kini. Dalam penanggalan Jawa, dikenal dua siklus hari yang berjalan berdampingan: siklus mingguan (Senin hingga Minggu) dan siklus pasaran (Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing). Ketika pasaran Kliwon bertepatan dengan hari Jumat , maka jadilah Jumat Kliwon . Namun, yang paling diyakini memiliki kekuatan magis justru malam sebelum Jumat Kliwon , yakni Kamis Wage malam , yang disebut-sebut sebagai waktu terbukanya “tabir dunia gaib”. Mitos-Mitos di Balik Malam Jumat Kliwon Mengutip buku Petangan Jawi karya Tri Aji Budi Harto, malam Jumat Kliwon dipercaya sebagai momen ketika dunia manusia dan alam gaib saling bersinggungan. Berikut beberapa mitos yang melekat pada malam ini: Malam Berkunjungnya Arwah Leluhur Masyarakat Jawa percaya, arwah para leluhur pula...

PLN Icon Plus Gelar Donor Darah di Semarang

Gambar
Semarang, MatalensaNews.com - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan RS Kariadi Semarang. Acara ini diikuti karyawan, mitra kerja, hingga masyarakat sekitar kantor. Antusiasme tinggi menjadi bukti bahwa semangat berbagi masih kuat di tengah masyarakat. General Manager PLN Icon Plus, Arif Rohmatin, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. “Donor darah bukan hanya tentang memberikan setetes darah, melainkan juga tentang menyelamatkan nyawa dan memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Kami di PLN Icon Plus berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. PLN Icon Plus berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya berbagi, menjaga kesehatan, sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.(yin)

Peringati 10 Muharram, Warga Graha Raya Kliris Gelar Pengajian Akbar dan Santunan Yatim-Dhuafa

Gambar
Laporan : Djoko S KENDAL| MATALENSANEWS.com-  Ribuan jamaah memadati Masjid Graha Raya Kliris 3, Kelurahan Kliris, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Sabtu malam (5/7/2025), dalam rangka memperingati 10 Muharram 1447 H. Acara yang diinisiasi Takmir Masjid Graha Raya Kliris 3 ini dirangkai dengan pengajian akbar serta pemberian santunan bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Mulai pukul 20.00 WIB, para jamaah yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak sudah memadati area masjid tanpa komando. Mereka dengan penuh antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ustaz Misbah, Ketua Takmir Masjid Graha Raya Kliris 3. Dalam sambutannya, Ustaz Misbah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan warga yang telah berpartisipasi. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, disusul pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan kaum dhuafa. Momen itu berlangsung ha...

Grebeg Kutowinangun Kidul, Warga Salatiga Kembali Hidupkan Semangat Sejarah dan Budaya

Gambar
SALATIGA | MATALENSANEWS.com – Semangat nguri-uri budaya lokal kembali menggema di Kota Salatiga melalui gelaran Grebeg Kutowinangun Kidul yang berlangsung meriah pada Minggu (29/6/2025). Lebih dari sekadar perayaan tradisi, acara ini menjadi bentuk penghormatan kepada Kyai Johar Manik, tokoh pejuang lokal yang dikenal sebagai panglima kepercayaan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda. Berlokasi di Balai Dukuh RW 6, Jalan Nanggulan, Kutowinangun Kidul, acara ini menyedot antusiasme ratusan warga yang tumpah ruah merayakan warisan leluhur. Atmosfer semakin semarak dengan kehadiran Gusti Kanjeng Ratu Wandansari (Gusti Moeng) , putri dari Sri Susuhunan Pakubuwana XII dan KRAy. Pradapaningrum, yang hadir mewakili Keraton Surakarta. Dalam sambutannya, Gusti Moeng menyingkap silsilah Kyai Johar Manik yang diyakini memiliki hubungan darah dengan Kasunanan Surakarta. Ia menyampaikan bahwa perjuangan Pangeran Diponegoro tidak lepas dari bantuan Sinuwun Pakubuwana XI, yang secar...

11 Weton Tulang Wangi dan Karakter Mistisnya: Siapa Saja yang Punya Aura Spiritual Kuat?

Gambar
Jawa| MATALENSANEWS.com – Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton tak hanya berfungsi sebagai penanda hari lahir, tetapi juga dipercaya mencerminkan watak, peruntungan, dan kekuatan spiritual seseorang. Salah satu weton yang cukup menarik perhatian adalah Weton Tulang Wangi , sebuah istilah yang menggambarkan individu dengan daya tarik spiritual alami dan aura mistis yang kuat . Weton ini diyakini membuat seseorang lebih peka terhadap hal-hal gaib, memiliki karisma batin , bahkan berpotensi menarik perhatian makhluk halus , terlebih saat malam-malam sakral seperti 1 Suro . Lantas, siapa saja yang termasuk dalam weton Tulang Wangi? Berdasarkan perhitungan neptu dalam kalender Jawa, berikut 11 kombinasi hari dan pasaran yang dipercaya termasuk dalam kategori Tulang Wangi, lengkap dengan karakteristiknya. Apa Itu Weton Tulang Wangi? Dalam Primbon Jawa, Weton Tulang Wangi merujuk pada mereka yang lahir dengan kombinasi hari (Saptawara) dan pasaran (Pancawara) tertentu yang diang...

Misteri Weton Tulang Wangi: Berkah Sekaligus Ujian di Malam 1 Suro

Gambar
Gambar : ilustrasi JAWA | MATALENSANEWS.com – Menjelang malam 1 Suro, banyak masyarakat Jawa mulai melakukan berbagai ritual laku batin, tirakat, hingga menyepi. Salah satu topik yang kerap mencuri perhatian adalah keberadaan weton Tulang Wangi — sebuah weton yang diyakini memiliki kekuatan spiritual tinggi sekaligus daya tarik yang tak biasa. Weton Tulang Wangi bukan sekadar penanggalan kelahiran, melainkan simbol dari keistimewaan. Dalam kepercayaan Jawa, pemilik weton ini dipercaya memiliki tubuh yang secara alami mengeluarkan aroma harum , hingga mampu menarik perhatian, baik dari sesama manusia maupun makhluk tak kasat mata. Malam 1 Suro — momen ketika alam gaib dipercaya sedang “terbuka” — diyakini sebagai waktu paling “rentan” bagi pemilik weton ini. Energi spiritual mereka yang tinggi menjadi magnet bagi entitas gaib yang berkeliaran. Lantas, seperti apa ciri-ciri pemilik weton Tulang Wangi? Berikut rangkumannya: 1. Fisik Menarik & Aura Memikat Mereka dikenal memili...

8 Weton Diprediksi Berkah di Bulan Suro 2025, Siapa Saja Mereka?

Gambar
JAWA| MATALENSANEWS.com – Dalam tradisi Jawa yang kaya akan makna spiritual, bulan Suro senantiasa menempati posisi istimewa. Tidak hanya sebagai pembuka tahun dalam penanggalan Jawa, bulan ini juga diyakini sebagai waktu di mana energi spiritual dan gaib memuncak. Tak heran jika banyak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk menyepi, bertafakur, atau menjalani laku batin demi pencerahan hidup. Namun di balik nuansa sakral tersebut, Bulan Suro 2025 juga diyakini membawa keberkahan bagi sebagian orang — khususnya mereka yang lahir dengan weton tertentu. Berdasarkan ilmu titen yang diwariskan secara turun-temurun dalam Primbon Jawa, terdapat delapan weton yang diramalkan mengalami masa keemasan selama Bulan Suro 2025. Mereka diprediksi akan meraih kelimpahan rezeki, keharmonisan dalam hubungan, serta pencapaian luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut daftar delapan weton tersebut, sebagaimana dirangkum dari kanal Kunil Primbon Jowo : Minggu Legi Pesonanya yang alami ...

Malam 1 Suro 2025 Jatuh pada Malam Jumat Kliwon, Ini Mitos dan Tradisi yang Masih Lestari

Gambar
Laporan: Goent  SALATIGA| MATALENSANEWS.com  – Malam satu Suro merupakan salah satu momen sakral dalam budaya Jawa yang hingga kini masih diperingati secara luas oleh masyarakat. Berdasarkan kalender Jawa dan Hijriah, malam 1 Suro tahun 2025 jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025 , yang bertepatan dengan malam Jumat Kliwon , sementara tanggal 1 Suro 1959 Je atau 1 Muharam 1447 H jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025 . Dalam penanggalan Jawa, hari dimulai sejak matahari terbenam. Oleh karena itu, malam 1 Suro dimulai sejak Kamis petang. Momen ini bukan sekadar malam pergantian tahun dalam kalender Jawa, melainkan memiliki nilai spiritual, filosofis, dan budaya yang mendalam, khususnya di wilayah Yogyakarta, Surakarta, dan masyarakat Jawa tradisional lainnya. Asal-usul dan Sinkretisme Tradisi Suro Budayawan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Tunjung W. Sutirto , menjelaskan bahwa tradisi malam satu Suro adalah hasil sinkretisme budaya Jawa, Hindu, dan Islam yang disusun ...

Merti Desa ke-3 Kelurahan Pulutan Meriah, Angkat Tema Pelestarian Budaya Jawa

Gambar
Salatiga| MATALENSANEWS.com – Warga Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga menggelar perayaan Merti Desa ke-3 pada Sabtu (14/6/2025). Kegiatan tahunan yang menjadi simbol rasa syukur dan pelestarian budaya ini mengusung tema “Nguri-uri Kebudayaan Jawa Njaga Warisan Leluhur Kang Adiluhur.” Kepala Kelurahan Pulutan, Khomsatun , mengungkapkan bahwa rangkaian Merti Desa tahun ini telah dimulai sejak Kamis (12/6/2025). Pembukaan diawali dengan kegiatan bersih makam yang dipusatkan di kompleks pemakaman Dipomenggolo, Pulutan . “Kegiatan pertama Merti Desa tahun ini kita isi dengan bersih makam yang dipusatkan di kompleks pemakaman Dipomenggolo, Pulutan,” ujarnya. Khomsatun juga menyampaikan rasa syukur atas antusiasme warga yang luar biasa dalam meramaikan kegiatan ini. “Merti Desa kali ini sangat meriah dan kompak. Masing-masing RW membuat kreasi yang unik, menarik, dan di luar dugaan. Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kelurahan Pulutan yang telah meluangka...

Pramuka Kwarcab Demak Ambil Peran Kunci dalam Iring-Iringan Tumpeng Songo

Gambar
DEMAK| MATALENSANEW.com – Tradisi budaya Tumpeng Songo kembali digelar dengan semarak di Pendopo Kabupaten Demak pada Kamis malam, 5 Juni 2025. Acara yang berlangsung sejak pukul 18.00 WIB itu menghadirkan nuansa sakral, meriah, dan penuh kebersamaan. Iring-iringan sembilan tumpeng sebagai simbol sedekah raja kepada rakyat menjadi pusat perhatian dalam kegiatan budaya tahunan tersebut. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, pejabat daerah, serta tamu undangan. Salah satu unsur penting yang turut menyukseskan acara adalah kehadiran Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Demak. Dengan mengenakan seragam lengkap, anggota Pramuka tampil sigap menjalankan berbagai tugas yang diberikan panitia. Mereka berperan aktif mulai dari pengaturan arus peserta, pengawalan iring-iringan tumpeng, hingga menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi acara. Kontribusi mereka mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena turut menjamin kelancaran dan kekhidmatan prosesi bu...

Rayakan Imlek 2576, YAKIN Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Medan

Gambar
Medan| MATALENSANEWS.com – Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili yang jatuh pada 29 Januari 2025 lalu, menjadi momentum istimewa dengan hadirnya Tahun Ular Kayu yang melambangkan semangat pertumbuhan, keterbukaan terhadap peluang, dan inovasi. Mengutip situs Chinese New Year, Imlek 2025 diwakili oleh shio Ular berelemen Kayu, yang hanya muncul sekali dalam setiap siklus 60 tahun. Bagi Yayasan Amal Kebajikan Indonesia (YAKIN) yang berpusat di Jalan Pukat 2/Sejati No. 22, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Hari Imlek tidak sekadar perayaan keagamaan umat Khonghucu, melainkan juga menjadi momen untuk berbagi kepada sesama. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jajaran pengurus, anggota, serta para donatur YAKIN menggelar kegiatan sosial pembagian sembako kepada warga kurang mampu. Program ini sudah menjadi agenda rutin Panitia Bersama Bakti Sosial (Baksos) YAKIN, yang setiap tahunnya dilaksanakan di kantor pusat kesekretariatannya. Dalam memperingati Imlek 2576 ini, Pani...

Idul Fitri, Momen Spesial untuk Merajut Kembali Kebersamaan Keluarga

Gambar
SALATIGA| MATALENSANEWS.com- Idul Fitri menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setelah menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh, tibalah saatnya merayakan kemenangan dengan penuh suka cita. Di balik kemeriahan yang tampak, tersimpan makna mendalam yang patut direnungkan: kebersamaan. Hari raya ini menjadi waktu yang sangat tepat untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, terutama bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Tradisi berkumpul dan saling berbagi cerita selama setahun terakhir menjadi sarana untuk kembali merajut tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang karena kesibukan masing-masing. Dalam suasana Idul Fitri, nilai-nilai kekeluargaan menjadi semakin terasa. Keluarga menjadi tempat saling menguatkan, mendukung, serta berbagi tanggung jawab dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Momen ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi yang baik dan kebersamaan yang harmonis. Meski demikian, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berkumpu...

Bolehkah Ziarah Kubur Saat Lebaran Idul Fitri? Ini Penjelasannya

Gambar
MATALENSANEWS.com- Ziarah kubur menjadi tradisi yang dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia menjelang perayaan Idul Fitri. Biasanya, kegiatan ini dilakukan sebelum Lebaran dengan dukungan program desa yang mengkhususkan hari untuk membersihkan makam secara massal. Namun, ada pula yang memilih untuk berziarah tepat pada hari raya Idul Fitri karena keterbatasan waktu, terutama para pemudik yang baru tiba di kampung halaman. Dalam ajaran Islam, ziarah kubur merupakan amalan yang dianjurkan. Melalui ziarah, umat Muslim diingatkan akan kematian dan kehidupan akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim: " Dulu aku melarang kalian berziarah kubur. Sekarang, berziarahlah, karena itu dapat mengingatkan kalian pada akhirat ." (HR Muslim) Tidak ada waktu khusus yang ditentukan dalam Islam untuk melakukan ziarah kubur. Dalam kitab Al-Mausu'atul Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah disebutkan bahwa ziarah ke makam keluarga, sahabat, dan lainnya dianjurkan untuk dilaku...

Mengenal Weton Jumat Kliwon: Karakter, Keistimewaan, dan Pengaruhnya dalam Budaya Jawa

Gambar
MATALENSANEWS.com- Dalam budaya Jawa, weton memiliki peran penting dalam membaca karakter, nasib, serta kecocokan seseorang. Salah satu weton yang dianggap istimewa adalah Jumat Kliwon, yang dikenal memiliki aura mistis dan daya tarik spiritual yang kuat. Mengenal Weton dan Pasaran Jawa Weton adalah sistem penanggalan khas Jawa yang menggabungkan tujuh hari dalam seminggu dengan lima hari pasaran Jawa: Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage. Sistem ini digunakan untuk membaca karakter seseorang dan menentukan waktu baik dalam berbagai kegiatan, seperti bertani, menikah, atau membuka usaha. Menurut kepercayaan leluhur, lima pasaran tersebut berasal dari nama lima roh yang disebut Sedulur Papat Lima Pancer, yang dipercaya menjadi petunjuk kehidupan seseorang berdasarkan hari kelahirannya. Weton Jumat Kliwon: Neptu dan Karakteristik Jumat Kliwon merupakan gabungan antara hari Jumat dengan pasaran Kliwon. Dalam perhitungan Jawa, hari Jumat memiliki neptu 6, sedangkan Kliwon memiliki neptu 8. ...

Mujahadah Kubro Peringati Lahirnya Sholawat Wahidiyah dan Haul KH Mohammad Ma'roef serta KH Abdul Latief Madjid di Kediri

Gambar
Kediri| MATALENSANEWS.com – Pondok Pesantren Kedunglo Al Munadhdhoroh di Kediri menyelenggarakan resepsi Mujahadah Kubro dalam rangka memperingati lahirnya Sholawat Wahidiyah, Haul KH Mohammad Ma'roef QS wa RA, dan Haul KH Abdul Latief Madjid QS wa RA. Acara ini berlangsung dari Kamis, 25 Juli hingga Minggu, 28 Juli 2024. Mujahadah Kubro Muharram 1446 H ini dihadiri oleh segenap pengamal Sholawat Wahidiyah dari berbagai daerah di seluruh Indonesia serta perwakilan dari luar negeri, termasuk Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Hong Kong, Taiwan, dan negara-negara tetangga lainnya.  Seluruh peserta diajak untuk berdoa dan bermujahadah, memohon keberkahan, keselamatan, ketenteraman, dan kedamaian bangsa dan negara serta umat masyarakat. Dalam fatwa dan amanat yang disampaikan oleh Hadrotul Mukarom Kanjeng Romo Kyai Abdul Madjid Ali Fikri RA, pengasuh perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo, seluruh peserta diingatkan untuk kembali menghambakan diri kepada Allah SWT dan ...

5 Weton yang Paling Dilindungi dan Dijaga oleh Kodam Nyi Roro Kidul

Gambar
MATALENSANEWS.com-- Setiap weton memiliki keistimewaannya masing-masing, tak terkecuali beberapa weton yang paling dilindungi dan dijaga oleh kodam Nyi Roro Kidul. Orang-orang yang dilindungi oleh kodam Nyi Roro Kidul biasanya memiliki rezeki yang lancar, peningkatan karir yang cepat, serta berwibawa dan berkarisma.  Mereka juga mampu menyelesaikan masalah dengan cepat. Berdasarkan penelusuran, terdapat 5 weton yang paling dijaga dan dilindungi oleh kodam Nyi Roro Kidul. Berikut adalah kelima weton tersebut: 1. **Jumat Wage** Jumat Wage memiliki Neptu 10 dan termasuk dalam watak lakuning pandito. Orang dengan weton ini cerdas dan memiliki pendirian yang kuat. Mereka suka menolong dan dermawan, serta memiliki jiwa pemberontak untuk kebaikan. Orang-orang Jumat Wage dikenal energik dan memiliki jiwa yang bersih meski sedikit keras. 2. **Jumat Kliwon** Jumat Kliwon memiliki Neptu 14. Orang dengan weton ini cenderung angker namun baik hati dan bisa dipercaya. Mereka sering dikaitkan den...

Tahun Naga Kayu 2024: 4 Shio yang Paling Beruntung Menurut Prabu Guntur

Gambar
MATALENSANEWS.com- Membaca keberuntungan shio memang selalu menarik untuk diketahui. Percaya atau tidak, dalam astrologi China kuno, shio bukan hanya sekadar simbol, tapi juga dipercaya membawa pengaruh besar terhadap keberuntungan. Meski demikian, keberuntungan dari setiap shio tidak akan sama, karena shio mewakili tahun kelahiran yang berbeda. Tahun Naga Kayu 2024 ini, disebut-sebut sebagai tahun yang makmur dan penuh dengan kebaikan. Pemerhati Feng Shui Prabu Guntur mengatakan seperti tahun-tahun lainnya, di tahun Naga Kayu ini juga ada shio yang masuk dalam kategori shio beruntung dan makmur. "Ada yang beruntung banget. Tapi sebenarnya untuk masing-masing shio itu ada ciongnya, ada juga beruntungnya. Jadi ya kalau menjalani hidup sembarangan, yang beruntung bisa jadi ciong juga," kata Prabu Guntur, Senin (20/5/2024). Menurut Prabu Guntur, agar keberuntungan dan kebaikan bisa benar-benar berlaku di 2024 ini, manusia tetap harus melakukan amal dan beribadah kepada Tuhan ses...

Dijaman Moderen, Masihkah Primbon Untuk Menghitung Baik Buruknya Suatu Jodoh Serta Menjelang Menikah

Gambar
MATALENSANEWS.com- Sudah menjadi budaya di Indonesia, terutama daerah Jawa, primbon menjadi salah satu cara untuk menentukan jodoh atau tidaknya pasangan yang akan menikah.  Selain itu, primbon berfungsi untuk mencari tanggal atau waktu yang baik untuk mengikat janji dan mengadakan resepsi. Penentuan nasib pasangan dapat berubah hanya karena hitungan primbon. Ada pandangan umum masyarakat terkait pentingnya primbon untuk menghitung baik atau buruknya suatu jodoh dan atau menjelang menikah.  Pandangan umum tersebut ialah “Bukanlah orang Jawa yang tidak percaya dengan primbon atau hal-hal mistis”.  Ungkapan itu sungguh menarik karena langsung menyebutkan pada salah satu suku yang ada di Indonesia. Masyarakat Jawa masih kental akan kepercayaan mistisnya walaupun telah hidup dalam dunia modern.  Walaupun, suatu keluarga tersebut religius pada salah satu agama, tetap saja masih mempertimbangkan hitungan primbon. Seolah-olah primbon telah menjadi kitab suci tersendiri sela...