Postingan

Menampilkan postingan dengan label Berita

Debt Collector Main Paksa di Jalan? ELBEHA Barometer Ajak Warga Bertindak

Gambar
Salatiga, Matalensanews.com – ELBEHA Barometer mengingatkan masyarakat agar berani melaporkan dugaan tindakan sewenang-wenang oleh oknum debt collector , terutama jika sampai mencegat, mengejar, atau berupaya mengambil paksa kendaraan di jalan. ELBEHA Barometer, Sri Hartono, menilai penagihan tunggakan cicilan tidak bisa dijadikan alasan untuk bertindak di luar kewenangan. Menurut dia, penagih utang seharusnya menjalankan tugas sesuai aturan, bukan menggunakan intimidasi untuk mengambil kendaraan. “Tugasnya kan seharusnya menagih tunggakan cicilan bukan malah berlagak sok hebat main sita kendaraan,” kata Sri Hartono kepada wartawan, Selasa (13/10/2026). Ia menegaskan, persoalan utang-piutang memiliki mekanisme penyelesaian hukum. Penagih utang tidak bisa serta-merta menganggap dirinya berhak menyita kendaraan tanpa memperhatikan prosedur yang berlaku. Dalam perkara jaminan fidusia, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 menegaskan bahwa eksekusi tidak dapat dilakukan s...

Dugaan Pungli Paket Seragam di Salah Satu SMK Negeri Salatiga Diusut, Lembaga ELBEHA Barometer Kumpulkan Data

Gambar
Ilustrasi SALATIGA | MATALENSANEWS.COM -  Dugaan pungutan liar (pungli) melalui penjualan paket seragam kepada peserta didik baru Tahun Ajaran 2026 menjadi perhatian di salah satu SMK Negeri di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Dugaan tersebut mencuat setelah adanya aduan, keluhan, dan keresahan dari sejumlah orangtua atau wali peserta didik baru terkait kewajiban pembelian paket seragam dengan nominal tertentu. Ketua ELBEHA BAROMETER, Sri Hartono , mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan investigasi untuk mengumpulkan berbagai data dan informasi guna memastikan duduk perkara sebenarnya. “ELBEHA BAROMETER saat ini terus melakukan investigasi dan pengumpulan data. Kami ingin mengungkap fakta secara utuh, sehingga tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi awal yang kami terima,” kata Sri Hartono. Menurut dia, salah satu informasi yang sedang didalami berkaitan dengan adanya dokumen daftar harga sejumlah jenis seragam yang diperuntukkan bagi peserta didik baru. Dokum...

Pesan Kaos Seragam Tak Kunjung Jadi, Ketua Elbeha Barometer: Biar Hukum yang Bicara, Masyarakat Dihimbau Hati Hati Terhadap AG Warga Gondangsari

Gambar
Ilustrasi Ungaran | Matalensanews.com – Ketua Elbeha Barometer, Sri Hartono, mengimbau masyarakat untuk berhati-hati apabila hendak memesan kaos maupun baju seragam kepada AG, warga Gondangsari, Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Imbauan tersebut disampaikan Sri Hartono kepada wartawan, Minggu (31/5/2026), menyusul pengalaman yang ia alami saat memesan kaos seragam untuk anggota organisasinya. Menurut Sri Hartono, pembayaran untuk pemesanan seragam telah dilakukan melalui transfer. Namun hingga kini pesanan yang dimaksud belum juga diterima. "Saya pernah memesan kaos seragam untuk anggota. Uang sudah ditransfer, tetapi sampai sekarang kaos yang dijanjikan belum juga jadi," ujar Sri Hartono. Ia mengaku selama ini masih memberikan kesempatan dan menunggu itikad baik dari pihak yang bersangkutan. Namun, karena persoalan tersebut tidak kunjung selesai dalam waktu yang cukup lama, pihaknya akhirnya memilih untuk mengambil langkah hukum. "Selama ini selalu dij...

Heboh Dugaan Akta Cerai Palsu di Temanggung, Klien Sudah Bayar Jutaan Rupiah tetapi Sidang Tak Pernah Ada

Gambar
  TEMANGGUNG | MATALENSANEWS.COM - Dugaan praktik pemberian akta cerai palsu menghebohkan warga Temanggung setelah seorang klien disebut telah membayar jasa pengurusan perceraian hingga jutaan rupiah, namun belakangan diketahui dokumen yang diterimanya tidak tercatat dalam sistem resmi lembaga negara. Kasus ini disorot Ketua ELBEHA BAROMETER, Sri Hartono, yang menyebut awal persoalan bermula saat seorang warga berniat mengurus gugatan cerai melalui bantuan orang lain, lalu diarahkan kepada seorang oknum pengacara. “Awalnya ada warga yang ingin mengajukan gugatan cerai, lalu meminta bantuan seseorang. Dari situ kemudian diserahkan kepada oknum pengacara. Informasinya proses perceraian disebut sudah berjalan, padahal ternyata tidak pernah ada sidang,” kata Hartono. Menurut dia, situasi mulai mencurigakan ketika klien tiba-tiba menerima akta cerai yang disebut sebagai hasil proses perceraian. Dokumen itu kemudian digunakan untuk keperluan administrasi kependudukan, tetapi justru memu...

Tragedi KM Putri Sakinah: Gerak Cepat Polda NTT, Penanganan Tuntas dan Transparan

Gambar
  Kupang, NTT, 14 Januari 2026  – Tragedi tenggelamnya kapal wisata semi-phinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada Jumat malam, 26 Desember 2025, menimbulkan duka mendalam sekaligus perhatian serius bagi semua pihak. Insiden yang terjadi sekitar pukul 20.30–21.00 WITA ini menewaskan beberapa anggota keluarga dari pelatih sepak bola tim putri Valencia CF, Fernando Martin Carreras, dan memicu evaluasi mendalam terhadap standar keselamatan pelayaran wisata di Labuan Bajo. Sejak awal,  Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT)  mengambil peran sentral dalam penanganan tragedi ini. Di bawah kepemimpinan  Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si , setiap langkah dilakukan dengan orientasi pada kemanusiaan, empati terhadap korban, serta penegakan hukum yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kapolda secara langsung meninjau operasi pencarian, memberi semangat kepada tim SAR gabungan, dan...